Header Ads

MUI Pringsewu Minta Jalan KH Ghalib Steril Dari Karaoke dan Tempat Mesum


INDEPENDENT | Menanggapi berdirinya  tempat karaoke keluarga dijantung ibukota serta meningkatnya jumlah usaha karaoke di ibukota Pringsewu selain sebagai media hiburan, ternyata juga memiliki efek negatif tersendiri bagi masyarakat.

Menjamurnya usaha karaoke di Ibukota Pringsewu berpotensi pelanggaran atas penyelenggaraan usaha karaoke seperti pelanggaran izin usaha, penyelenggaraan usaha yang tidak sesuai izin, bahkan usaha karaoke yang tidak kantongi izin.

Hal ini tentu saja dapat mengganggu ketertiban masyarakat dan mengurangi pendapatan daerah dengan akibat yang lebih lanjut dapat menurunkan kesejahteraan masyarakat.

Guna mengatasi hal tersebut,  penegakan hukum atas peraturan-peraturan yang ada perlu dilakukan dengan tegas dan adil oleh pemerintah Kabupaten  Pringsewu melalui dinas dinas terkait.

Dalam hal pelanggaran perizinan usaha karaoke, penegakan hukum  secara berlanjut oleh pemerintah daerah dengan  pengawasan dan penegakan sanksi bukan sebaliknya.

Terkait hal ini, awak media berusaha minta tanggapan ke Ketua MUI Pringsewu, Kamis (09/08/2018), H. M. Hambali saat ditemui di kediamannya, Ketua MUI meminta kepada pemerintah daerah kabupaten Pringsewu agar bertindak tegas dan tidak tembang pilih.

"Ya, pemerintah harus menindak tegas tentang  menjamurnya tempat hiburan karaoke  jangan tembang pilih," pintanya.

Lanjut Hambali, kalau memang karaoke merupakan PAD terbesar di kabupaten, pemerintah seharusnya menertibkan agar tidak carut marut apalagi perihal perizinan yang beraroma mesum.

"Saya juga berharap kepada pemerintah daerah agar sepanjang jalan KH. Ghalib dapat menstrilkan sepanjang jalan tersebut karena KH. ghalib merupakan tempat religi," tutupnya.

Jurnalis : Nanang Siswanto
Editor : Niki Putune Sinten

Tidak ada komentar

KOMENTAR PEMBACA:

Pembaca SUARA INDEPENDENT dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.