Header Ads

Hampir 3 Bulan Wakil Bupati Lampura Absen, Ruang Kerja Sri Widodo Dihuni Hantu


INDEPENDENT | Ini bukan berita hoax, tapi fakta dilapangan yang saat ini terjadi di Pemkab Lampura. Sejak Wakil Bupati Sri Widodo jarang, bahkan nyaris tak masuk kerja hampir 3 bulan terakhir, ruang kerjanya dihuni hantu.

Cerita ini sempat beredar dan semula dikira kabar hoax oleh sebagian karyawan dan staff protokol Pemkab Lampura. Namun setelah dikonfirmasi ke pihak protokol hal ini dibenarkan.

"Kadang saya suka merinding juga. Dulunya, setiap pagi hari begitu sampai kantor saya langsung masuk ruangan untuk bersih-bersih dan berbenah, tapi sekarang saya sudah takut juga. Kadang suka merinding. Jadi kalau mau masuk ruangan kerja, harus tunggu teman yang lain dulu datang," kata seorang staff protokol yang jati dirinya tak mau disebutkan, hari ini (6/8).

Meski demikian, empat karyawan dan staff protokol khususnya yang diperbantukan pada Wakil Bupati Lampung utara tetap setia hadir dan kerja sesuai aturan yang berlaku.

"Hanya saja, tugas kami sekarang ini lebih banyak memback upp tugas-tugas Pak Agung," imbuhnya.

Soal ruang kerja Sri Widodo yang dihuni hantu, Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara sepertinya belum tahu. Kata karyawan tadi, sebenarnya ini kan masalah internal, jadi pihaknya belum lapor ke Bupati.

"Kalau pun kami laporkan ke Bupati, pastinya Pak Agung akan senyum-senyum saja," terangnya.

Seperti diketahui, Kantor Pemkab Lampura dibangun diatas tanah bekas kuburan. Bahkan, menurut cerita pekerja proyek pembangunan Gedung Pemkab Lampura pada tahun 2002 ketika dibangun gedung aula banyak ditemukan tengkorak dan kerangka kepala manusia.

Ditempat terpisah, Pelaksana tugas kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Lampung Utara, Desyadi membenarkan Sri Widodo memang absen beberapa bulan ini.

"Tapi gaji tetap diterima beliau, kalau saya hanya menjalankan tugas saja, kecuali kalau memang di stop (pembayaran gajinya, red) kata pimpinan ya kita stop," katanya, pagi tadi.

Sadarkah Sri Widodo, bahwa gaji yang diterima adalah uang rakyat, utamanya warga Lampura yang setia membayar pajak? Huallahu'alam bi showab!!

Jurnalis : Danang Alkatiri/ Juaini Adami
Editor : Niki Outune Sinten

Tidak ada komentar

KOMENTAR PEMBACA:

Pembaca SUARA INDEPENDENT dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.