Header Ads

Geger di Pemkab Lampura, Sri Widodo Mendadak "Ngantor" Cuma 59 Menit


INDEPENDENT | Wakil Bupati Lampung Utara Sri Widodo secara mendadak kamis sore kemarin "ngantor". Kehadiran orang nomor dua di Lampung Utara ini sempat mengejutkan sejumlah ASN yang melihatnya dan langsung menjadi buah bibir. Pasalnya, selama hampir 2 bulan lebih Sri Widodo selalu absen.

Didampingi dengan ajudannya, Sri Widodo tampak datang ke Pemkab Lampura tepat jam 14.55 WIB dan pulang atau meninggalkan ruang kerjanya jam 15.54 WIB. Anehnya, dia datang tidak dengan mobil dinas, tapi menggunakan mobil avanza warna hitam.

Tak ada keterangan resmi dari Sri Widodo terkait kehadirannya di Pemkab Lampura itu. Kabarnya Sri Widodo juga tidak ke rumah dinas, tapi ngacir entah kemana.

Menurut info A1, saat meninggalkan ruang Sri Widodo tak membawa apa-apa, namun ajudannya tampak membawa sebuah tas yang diduga berisi dokumen kerja, pada Kamis (9/8).

Lucunya lagi, kehadiran Sri Widodo ini berlangsung sangat singkat dan dilakukan pada saat Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara (AIM) sedang tidak berada ditempat. Karena AIM kamis kemarin (9/8) tengah mengadakan audensi dengan Dirjen penyediaan perumahan Khalawi Abdul Hamid dan Direktur rumah swadaya Jhoni Sopyan fajar di Kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat di Jakarta.

AIM berada di Jakarta guna memaparkan sejumlah agenda dan program kerja Pemerintah Kabupaten Lampung Utara, utamanya menyangkut pembangunan insfrastruktur 5 tahun kedepan di Lampura.

Infrastruktur fisik adalah fasilitas yang diperlukan agar perekonomian dapat berfungsi dengan baik. Tentunya, agenda ini sesuai dengan  visi misi Lampura menuju perubahan nyata.

Jurnalis : Juaini Adami


Tidak ada komentar

KOMENTAR PEMBACA:

Pembaca SUARA INDEPENDENT dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.