Header Ads

Tanah Digusur Belum Terima Ganti Rugi, Ahli Waris Minta Pemerintah Usut Tuntas


INDEPENDENT | Persoalan tanah milik almarhum Batin Terus Husin warga  Desa Jabung, Lampung Timur seluas 4624 m2 yang terkena pembangunan  mega proyek Irigasi Bendung Gerak Jabung jadi sorotan publik.

Saat ini, perkara tersebut sedang viral dan ramai jadi Bahan perbincangan warga. Hal tersebut dikarenakan  Ahli Waris Siempunya tanah belum menerima pembayaran Ganti Rugi Pembebasan Tanah tersebut.

Informasi  dan keterangan yang berhasil dihimpun awak media ini dilapangan menyatakan bahwa, tanah milik Almarhum Batin Terus  Husin tersebut sudah dibayarkan Ganti Ruginya oleh pemerintah, namun bukan ahli Waris dari Batin Terus Husin (alm) yang menerimanya.

Menurut sumber A1 terpercaya, dana tersebut diduga diambil atau salah seorang  oknum  Pamong Desa Jabung cs dan beberapa waktu silam.

"Mereka  telah dikumpulkan oleh panitia dan pihak yang  berwajib di Mapolsek Jabung, beberapa Waktu silam," katanya.

Dalam Pertemuan tersebut, imbuhnya lagi, mereka  Yang diduga menerima atau mengambil pencairan dana ganti rugi tanah milik Batin Terus Husin (alm) telah membuat surat pernyataan akan mengembalikan dana tersebut, namun hingga saat ini dana itu diduga belum dikembalikan.

Terpisah, Lekok Abadi Ahli waris --  anak Kandung dari Batin Terus Husin mengatakan tanah milik orang tuanya  saat ini sudah digusur. Namun, kami selaku ahli waris belum menerima pembayaran Ganti Rugi.

"Tanah Orang tua kami sudah digusur dan kami belum terima Ganti rugi," jelasnya.

Lanjut  Lekok, sebagai ahli waris, -- Kami minta Kepada Pemerintah, Pantia Pengadaan Tanah dan pihak yang berwajib untuk menyelesaikan persoalan tanah milik orang tua kami,"

Jurnalis : Herwan Toni
Editor   : Niki Putune Sinten

Tidak ada komentar

KOMENTAR PEMBACA:

Pembaca SUARA INDEPENDENT dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.