Header Ads

Pilkada Lampung Bergulir ke KPK, KRLUPB : Serangan Fajar Sudah Lewat, Sekarang Tinggal Tunggu Serangan Jantung


INDEPENDENT | Koalisi Rakyat Lampung Untuk Pemilu Bersih (KRLUPB) menggelar aksi ke Bawaslu RI dan KPK. Mereka mendesak pembatalan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Arinal Djunaidi – Chusnunia Chalim (Nunik).

Selain menuntut pembatalan Arinal-Nunik di KPK dan Bawaslu RI, peserta aksi juga minta KPK melakukan pemeriksaan PT SGC atas maraknya politik uang.

Dilaporkan dari TKP, aksi ini dimulai dari Patung Kuda Monas lalu menuju Kantor Bawaslu RI dan KPK. Tuntutannya, diskualifikasi paslon Arinal-Chusnunia dan usut keterlibatan PT. Sugar Group Companies (SGC) dalam Pilgub Lampung 2018.

Menurut Rakhmat Husein DC, jika mau Bawaslu Lampung dan kepolisian sangat mungkin mencegah terjadinya politik uang dengan menangkap operator utama politik uang.

Koordinator KRLUPB itu, menyatakan Bawaslu Lampung hanya sibuk mengurus laporan masyarakat soal politik uang.

Sementara itu, Rifki Indrawan, juru bicara KRLUPB, mengatakan, kini rakyat Lampung, terus bergerak menuntut Bawaslu Lampung mendiskualifikasi paslon nomor tiga Arinal-Chusnunia yang secara nyata melakukan politik uang.

“Menyikapi Pilgub Lampung 2018 yang bertabur amplop, Koalisi Rakyat Lampung Untuk Pemilu Bersih tak akan diam, akan terus melawan,” kata Rifki Indrawan.

Seorang peserta aksi bahkan dengan lantang meneriakkan agar KPK menelusuri keterlibatan PT. Sugar Group Companies (SGC) dalam Pilgub Lampung 2018.

"Kami yakin politik uang di Lampung marak. Serangan fajar itu sudah Lewat, sekarang tinggal tunggu serangan jantung," ujarnya.

Sebelumnya, Chusnunia Chalim calon Wagub Lampung juga pernah di periksa KPK. Chusnunia diperiksa dalam kapasitasnya sebagai mantan anggota Komisi IX DPR. Selain Chusnunia, penyidik juga memanggil dua orang PNS P2KTrans, yakni Bahtiar dan Titi Wahyuni.

BACA JUGA: Ada yang Panas Dingin Pasca Nunik di Periksa KPK


Tidak ada komentar

KOMENTAR PEMBACA:

Pembaca SUARA INDEPENDENT dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.