Header Ads

Pengurus DPC POSPERA Resmi Laporkan Dugaan Kebocoran Dana Parkir ke Kejaksaan Lampura


INDEPENDENT | Hari ini, Senin (2/7)  Pengurus DPC POSPERA LAMPUNG UTARA, secara resmi melaporkan dugaan adanya kebocoran setoran dari Petugas Parkir Ke Dinas Perhubungan.

Mereka mendatangi Kejaksaan Negeri Lampung Utara guna menindak lanjuti temuan dilapangan dan laporan masyarakat terkait dugaan penyimpangan dana parkir yang diduga menguap, entah kemana.

Dalam laporan bernomor Surat 208/51V/DPC POSPERA LU/2018 itu, pengurus DPC POSPERA LAMPUNG UTARA mendesak pihak kejaksaan pro aktif untuk mengusut lebih lanjut.

Ketua DPC POSPERA Lampung Utara Juaini Adami kepada awak media mengatakan, bahwa laporan ini tidak dimaksudkan untuk menyudutkan institusi Perhubungan.

"Kita hanya ingin agar masalah ini tidak membuat kotor dengan dugaan adanya penyimpangan pada Dinas Perhubungan. Meski demikian, bila dikemudian hari ditemukan oknumnya ya harus di tindak," ujarnya.

Dia menyebutkan bahwa berdasarkan hasil Investigasi Tim DPC POSPERA sudah berusaha mendapatkan bukti awal, dan ketika hal ini disampaikan ke Kejaksaan karena pihaknya menyakini Adiaksa adalah mitra masyarakat.

Terkait hal ini, Juaini menghimbau kepada Tukang Parkir yang ada di Lampung Utara supaya jangan takut atau ada intimidasi Untuk di berhentikan. Pasalnya, pihak POSPERA siap Untuk menjadi pendamping Hukum buat kawan kawan petugas Parkir.

Selain itu, Juaini meminta kepada Petugas Parkir, apabila di perlukan Tim Adiaksa Untuk dimintai keterangan supaya bisa koperaktif.

Tak hanya ke Kejaksaan, DPC Pospera juga menyampaikan Surat Tembusan ke Bupati Lampung Utara dan Kepala Inspektorat Lampung Utara.

Jurnalis : Danank Alkatiri

Tidak ada komentar

KOMENTAR PEMBACA:

Pembaca SUARA INDEPENDENT dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.