Header Ads

Lagi, Ummat Terkecoh


Soal TGB dukung Pak Dhe plus aksi roadshownya ke Erlangga ( Ketua Golkar) dan Ketum Nasdem (Surya Paloh) saya gak surprise atau kaget. Karena dari awal dia sebagai Gubernur aktif tapi pentalitan kemana -mana, saya sdh mempredik dia punya tugas apa? Gak mungkin Gubernur aktif dibiarkan ke sana -ke mari dengan alasan dakwah pada jam atau hari kerja, tanpa dia punya misi atau punya tugas. Apa tugasnya, bisa jadi salah satunya membelah suara umat.

Tapi sebetulnya seperti yg saya tulis dua hari lalu atau tiga hari lalu, rakyat itu gampang terhipnotis dng hal2 yg tersirat, makanya berkali-kali pula ketipu.

Para pengamat medsos plus penulis medsos dng mudahnya memuja -muji sosok seseorang, tanpa dia paham siapa yg ditulis hanya modal baca sana-sini. Penulis medsos juga demikian mudah menulis sebagai pribadi ciamik seseorang tanpa mau mengurut benang merah dari satu peristiawa ke peristiwa lain.

Z Gubernur NTB terpilih versi QC yg berpasangan dengan adik TGB, tiga tahun lalu pernah menelpon saya, dan mengatakan akan mengorbitkan TGB utk menjadikan pemimpin masa depan. Waktu itu nama TGB masih asing di telinga saya.

Dan benar, sejak itu media pun secara perlahan memunculkan nama TGB. Dan entah settingan atau benar muncullah kasus “Tiko” yg melambungkan nama TGB sebagai pejabat pribumi teraniaya. Nama TGB mulai naik apalagi dng framing Gubernur penghafal Qur’an. Puja -puji sanjung pun bertaburan dari para penulis Medsos dengan menafikan bahwa ada perempaun yg bertahun -tahun meratapi hidupnya yg “terbuang” oleh suami tercinta, karena menolak dimadu. Padahal perempuan ini anak tokoh ulama besar. Orang juga menafikan dng kasus dugaan korupsi atas penjualan saham Tambang Emas Newmont. Orang juga menafikan dia kader sebuah partai pendukung pembubaran Ormas Islam.

Apapun menurut saya pihak atau konsultan politik yg saya dengar sama dng yg menjadi konsultannya Pak Dhe, telah sukses mengorbitkan TGB . Sukses menokohkan TGB dan sukses membelah suara umat.

Namun bagi saya pribadi yg konsen dengan anak -anak miskin, sebetulnya saat teman saya mau mengorbitkan TGB yg saya lihat adalah rapor dia menjadi Gubernur. Saat saya mendapati NTB menjadi propinsi terjelek nomer dua setelah NTT terhadap masalah gizi anak ( data resmi pemerintah hampir 50 persen anak-anak NTB kekurangan gizi), saya bagian yg tdk terhipnotis sosok tersebut. Sy berpikir simpel, kalau di skup kecil saja dia belum bisa memakmurkan rakyat, bagaimana dia akan bisa memakmurkan rakyat Indonesia.

Tapi saya menghargai kawan -kawan yg berprinsip TGB adalah ulama yg baik. Ulama yg layak jadi pemimpin . Dan karena seorang ulama itu baik atau buruk katanya gak boleh dikritik, jadi saya hampir tdk pernah menulis nama TGB di wall FB saya. Kalau pagi ini saya menulis itu tak lebih setelah saya melihat di TS banyak berserakan berita yg bersangkutan mendukung Pak Dhe.

Tulisan ini lebih bersifat pendapat pribadi, dan Anda boleh tidak bersepakat dng saya. Kalau memang masalah negara ini menurut Anda bisa diselesaikan sosok ulama penghafal Qur’an monggo silahkan didukung menjadi Wapresnya Pak Dhe atau Wapresnya siapapun atau malah mungkin menjadi Presiden.

Selamat pagi, Indonesia akan bisa maju kalau rakyat tdk mudah termehek..

Sumber : Naniek S Deyang

Tidak ada komentar

KOMENTAR PEMBACA:

Pembaca SUARA INDEPENDENT dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.