Header Ads

Kecewa Tidak Memilih Jagonya, Diduga Anggota DPRD Lampung Utara Aniaya Pemilih


INDEPENDENT | Karena melakukan penganiaya terhadap pemilih yang tidak mencoblos jagonya di Pilkada Bupati Lampung Utara beberapa hari lalu, WS dan dua orang pemuda berinisia D (32) dan R (28) warga Desa Bandar Sakti, Kecamatan Abung Surakarta harus berurusan dengan pihak Polres Lampung Utara.

Kapolres Lampung Utara AKBP Eka Mulyana, S.I.K mengatakan, kejadian berawal ketika korban selesai melaksanakan pencoblosan di TPS VIII Desa Bandar Sakti Kecamatan Abung Surakarta, Kabupaten Lampung Utara tiba-tiba korban di panggil oleh pelaku R dan di ajak masuk ke dalam rumah Gianto.

"Ternyata di dalam rumah tersebut sudah ada WS anggota DPRD Lampung Utara," kata Kapolres.

Lanjut Kapolres, kemudian WS bertanya kepada korban kenapa tidak memilih jagonya, belum selesai menjawab pertanyaan WS, pelaku R langsung mencekik kerah baju korban dan memukuli korban di bagian wajah secara berulang-ulang, tidak lama kemudian datang pelaku D dan ikut memukuli korban, akibat kejadian tersebut korban mengalami memar dan benjolan di bagian wajah dan dahi.

"Atas kejadian tersebut kita langsung mengamankan dua orang pelaku tersebut dan untuk WS kita akan koordinasi dengan DPRD Lampung Utara memanggil yang bersangkutan untuk dimintai keterangannya", ujar AKBP Eka.

Tidak hanya akan memanggil WS Polres Lampung Utara juga akan memanggil AT (48) anggota DPRD Lampung Utara yang diduga telah melakukan penganiaya terhadap Kasmari petugas PPS di TPS 04 Dusun III Citerep Desa Ketapang, Kecamatan Sungkai Selatan, Kabupaten Lampung Utara.

"Kami akan lengkapi dulu saksi-saksi yang ada, serta cukup bukti, lalu setelah itu panggil dia (terlapor). Siapapun itu orang yang dilaporkan, semua sama di mata hukum," ucap Kapolres Lampung Utara AKBP Eka Mulyana, S.I.K, Sabtu (30/6/2017).

Jurnalis : Juaini Adami / Danank Alkatiri/ Tim Humas



Tidak ada komentar

KOMENTAR PEMBACA:

Pembaca SUARA INDEPENDENT dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.