Header Ads

Jabung Under Cover, Aktivis HAM Minta Propam Mabes Polri Ungkap Kasus Penembakan 5 Pelajar Lamtim


SuaraIndependent.Com | Lagi, aktivis HAM Lampung Timur ramai-ramai menggugat. Kali ini mereka mendesak kasus penembakan 5 pelajar asal Jabung, Lampung Timur segera dituntaskan.

Demikian hal itu dikatakan oleh Lekok Abadi selaku pedamping orang tua korban penembakan 5 pelajar asal Jabung yang ditembak mati oleh Team Rangger tekab 308 Poltabes Bandar Lampung setahun silam di jembatan serengsem Panjang Bandar Lampung.

Lekok menyatakan kasus yang menewaskan 5 pelajar karena diduga sebagai pelaku begal itu mengalami kebuntuan yang sampai saat ini belum menemukan titik terang tentang arah dan tujuannya.

“Seakan hukum ini mati dan tajam ke bawah sedang tumpul ke atas, padahal kasus ini sudah di laporkan ke berbagai pihak atas pelanggaran Ham berat,” ujarnya Kepada Suara Independent di Jabung Lampung Timur, minggu (22/07/2018).

Kita sudah melapor ke Bid Propam Mabes Polri, kata Lekok, juga termasuk ke Komnas Ham Jakarta dan lembaga perlindungan saksi dan korban (LPSK) Jakarta serta ke Komisi Perlindungan Anak (KPAI). Laporan kami serahkan langsung ke pak Merdeka Sirait, Kami juga sudah memberitahukan kasus ini ke Bupati Lamtim dan DPRD Lampung untuk minta dukungan penyelesaiannya.

Namun menurut dia, kasus tersebut masih gelap dan belum mendapatkan titik terang, Aktivis Ham Lamtim bahkan telah melakukan aksi demontrasi ke Mapolda Lampung dan gedung Istana Presiden Jakarta berserta Jaringan Aktivis lainnya dari LBH Bandar Lampung dan LSM Lada

“Semua kami lakukan agar suara keluarga korban dan warga Jabung bisa terdengar menembus tembok yang kokoh bak perisai yang tangguh, Kami ingin kasus ini dituntaskan dan para oknum pelaku penembakan bisa di adili, sehingga ke depan tidak ada lagi penembakan seperti ini,” kata lekok lagi.

Peristiwa penembakan 5 pelajar asal Jabung Lampung Timur terjadi pada 01 April 2017 yang lalu, kelima bocah yang diduga hendak melakukan pembegalan saat berada di bawah jembatan Srengsem Panjang tewas ditembak oleh anggota tim Ranger Poltabes Bandar Lampung. Namun kasus tersebut mencuat ke publik saat anggota tim Ranger melakukan foto selvy bersama kelima jenazah pelajar yang berjejer di depannya seperti hewan buruan menjadi viral.

Para Aktivis juga memprotes adanya oknum polisi yang sampai saat ini masih gencar melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku kriminal yang di nilai kurang propesional lantaran beberapa terduga pelaku kriminalitas di tangkap dengan cara-cara yang kurang profesional, Bahkan sering pelaku yang diduga melakukan tindak pidana di bawa dalam keadaan hidup namun kembali setelah menjadi mayat. (R-007)



Tidak ada komentar

KOMENTAR PEMBACA:

Pembaca SUARA INDEPENDENT dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.