Header Ads

Gembong Pembobol Alfamart Ditangkap Polisi Setelah 7 Kali Beraksi


INDEPENDENT | Jajaran Team Resmob Sat Reskrim Polres Lampung Utara berhasil gemilang menangkap gembong pelaku pencurian dengan pemberatan. Pengungkapan kasus ini terbongkar dengan dibantu info IT jatanras Polda Lampung.

Pelaku ditangkap pada hari Sabtu, tanggal 14 Juli 2018 sekitar pukul 17.30 Wib dan diduga sebagai aktor yang akan dijerat sebagaimana di maksud dalam Pasal 363 KUHPidana.

Menurut AKP Sahrial, Kasatreskrim Polres Lampura penangkapan ini menindak lanjuti atas Laporan Polisi Nomor : LP/ 1005/ XII/ 2017/ PLD LPG/ RES LU, tertanggal 16 Desember 2017 lalu.

"Pelaku berinitial E berhasil kita amankan dan diketahui berprofesi sebagai Pemulung, dengan alamat Dusun Terpandi Kelurahan  Kotabumi Udik, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara," kata Sahriah.

Sedangkan barang bukti yang berhasil diamankan pihak polisi antara lain berupa:
a). 1 unit HP Samsung J7 warna putih hasil TP.
b). 1 unit HP Samsung A7 warna gold hasil TP.
c). Sepeda yang digunakan pelaku.
d). Gunting baja untuk merusak gembok.

Sahriah menambahkan berdasarkan pengakuan pelaku E, ternyata sudah pernah melakukan tindak pencurian serupa sebanyak 7 kali yang antara lain dilakukan ditempat berbeda-beda.

Berikut daftar perkara dan Toko Alfamart yang pernah dibobol pelaku.

a). Alfamart Payan Mas tahun 2017
b). Alfamart depan Bank BRI Cab. Alamsyah RPN tahun 2017.
c). Counter Global sel tahun 2017.
d). Alfamart Inpres tahun 2017.
e). Alfamart depan Bank BRI Cab. Alamsyah tahun 2018.

Saat ini tersangka dan barang bukti telah diserahkan kepada piket Reskrim untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Jurnalis : Juaini Adami

Tidak ada komentar

KOMENTAR PEMBACA:

Pembaca SUARA INDEPENDENT dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.