Header Ads

Uya Kuya Pejabat di BPIP, Ketua Divisi Hukum PA 212 DH Lubis Angkat Bicara


INDEPENDENT | Damai Hari Lubis Ketua Divisi Hukum PA 212 menyatakan, "Kalau berita ini benar Uya Kuya diangkat sebagai pengganti Yudi Latif dan dirinya membuat statemen programnya mau menasehati orang yang  bermasalah dengan pancasila serta memanggilnya ke "Rumah Uya" Apakah artinya, Uya siap ? ", Ujar DHL. 

Termasuk juga akan memanggil atau memberi kuliah sang Profesor Suteki Guru Besar Undip serta guru besar selevel sang profesor ?  atau diberi konseling oleh Uya Kuya ?

" Gak masuk akal ! masak orang belum akil baligh menasehati yang sudah akil baligh / dewasa sehat pintar serta berpengalaman akademisi dan pengajar 24 tahun, tingkat ahli terkait Pancasila," imbuh DHL.

Selanjutnya  DHL, Ketua Divisi Hukum PA. 212 juga bertanya kepada Uya Kuya, Jika saja dipertemukan ujarnya dilansir media online Jakarta, Rabu. (13/6).

Apakah bukan sebaiknya kebalikannya. Uya Kuya minta tuntunan  sang guru besar tentang Pancasila ditinjau dari sudut filosopis dan historis serta sosiologis serta  ditinjau dari aspek keagamaan (islam kristen , hindu dan budha) dari pada agama agama yang diakui di Indonesia.

Termasuk utamanya Pancasila sebagai sumber hukum dari konstitusi dasar RI ( UUD 1945 ),  sehingga pancasila dikatakan menjadi sumber dari segala sumber hukum semua  produk UU. RI yang ada. Selalu disampaikan oleh para penatar pancasila saat penataran  P4. Pada era Orba tentang Pedoman penghayatan dan/ serta pengamalan pancasila.

Atas pendapat politisi Gerindra Biem Triana Benyamin agar  PKS legowo bila  H. Damai Hari Lubis , S.H ., M.H. (DHL) Ketua Divisi Hukum yang juga ketua Korlabi/ Koordinator Pelaporan Bela Islam serta AAB / Aliansi Anak Bangsa selaku pribadi menyampaikan pendapatnya;

1. Sebaiknya Gubernur Anis fokus urus Jakarta sampai dengan masa jabatan gubernur Jakarta yang terpilih secara demokratis sejak 2017 sampai habis masa jabatan yang diembannya ;

2. Sebaiknya Gerindra & PAN justru mestinya legowo Cawapres dari PKS. Jika Gerindra tidak terima Aher dan HNW sebagai  Cawapres Prabowo, karena masih ada Dewan Syuro PKS DR SALIM JUFRI yang mewakili Ulama & Habaib serta mewakili masyarakat Indonesia Tengah dan Timur, disamping beliau dikenal sebagai sosok pribadi yang cerdas dan bersih dimata masyarakat umum dan kalangan aktifis muslim dan nasionalis juga diketahui nyata  serta berpengalaman jadi Menteri dan Dubes, selain itu  juga beliau dekat dengan masyarakat warga  NU & dan warga  Muhammadiyah.

Terakhir Justru DHL, menyarankan agar Presiden Jokowi mengangkat serta melantik Profesor Suteki sebagai ketua BPIP. Dikarenakan sang profesor selaku guru besar berpengalaman mengajar selama  24 tahun dalam bidang Pancasila sebagai Falsafah negara, tutupnya. (MI)


Tidak ada komentar

KOMENTAR PEMBACA:

Pembaca SUARA INDEPENDENT dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.