Header Ads

Terciduk! Pembuangan Limbah Bandung Pakar Terekam Camera


INDEPENDENT | Lagi, pembuangan limbah dari Bandung Pakar dikeluhkan publik. Tragisnya, prosesi pembuangan limbah itu terekam kamera secara tidak sengaja.

Peristiwa ini terjadi pada hari jumat (22/6) sekitar jam 11.05 WIB lalu. Pada saat Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup Muda Jawa Barat Risda Susanti tengah memberikan keterangan pers kepada sejumlah awak media, tiba-tiba ada warga yang berteriak di dekat lokasi tersebut karena limbah buangan diduga dari Bandung Pakar tengah mengaliri selokan.

Peristiwa ini disaksikan langsung oleh Tim Pengawas Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat yang tengah melakukan verifikasi lapangan bersama Ormas Paska Mesima serta warga Cimenyan. Lokasi yang di survei berada persis berdampingan dengan lapangan golf - Dago resort - Bandung Pakar, dan hotel Inter Continental.

Sementara Risda dalam keterangannya kepada awak media menyampaikan bahwa kehadirannya di TKP tersebut terkait adanya aduan warga tentang masalah air limbah yang tercemar diduga di keluarkan perusahaan industri dan dialirkan ke selokan. Akibatnya sejumlah warga telah merasakan dampak langsung dan sudah ada korban, seperti penyakit gatal-gatal dan kulit.

"Selanjutnya kami akan melakukan verifikasi lapangan terhadap pelaku usaha dan kegiatan itu, apakah sudah dilakukan pengolahan maksimal, disini kan ada hasilnya soal pengolahan limbah sebelum dialirkan ke selokan pembuangan, khususnya yang berada di area selokan dan masyarakat yang tinggal disana (dibawah)," ujarnya.

Soal pengolahan apakah memenuhi standar, DLH Provinsi Jawa Barat menurut Risda belum bisa menjelaskan, "karena kami dan tim DLH Jawa Barat belum meninjau lokasi perusahaan yang di maksud,".

Terkait adanya keluhan warga atas buangan limbah yang berakibat pada warga sekitar, dia mengatakan, kami akan mendalami termasuk akses warga yang tertutup sumur atau sumber mata airnya akibat pembangunan Bandung Pakar. Hal yang sama juga kami akan lakukan pendalaman terkait 13 titik sumber mata air warga yang ditutup sehingga tidak dapatkan air bersih.

"Jadi memang masyarakat agak susah mendapatkan akses air bersih, nantinya kami akan lakukan verifikasi apakah izin yang diperoleh perusahaan itu mendapatkan izin dari instansi terkait ketika itu," ujarnya.

Karena pembangunannya (Bandung Pakar, Red) sudah cukup lama, setahu saya sejak tahun 2011. Nanti akan kita lihat fakta administrasi yang ada, apakah hukumnya sudah sesuai atau tidak. Kalau tidak sesuai maka aturannya kami akan tindak lanjuti.

Ketika ditanya apakah ada sanksi pidana bagi yang melanggar lingkungan hidup, dia menyatakan, Ada karena perda 2008 itu tentang masalah KBU di cabut dan diganti dengan Perda 2016 ada hal-hal yang mengikat kuat bagi pelaku usaha dikawasan KBU ada sanksi bagi yang tidak mematuhi aturah hukum itu sudah terdapat dalam perda yang baru 2016.

"Ada sanksi administrasi, pemeriksaan pemerintah bisa jadi ada pencabutan izin yang ada (dimiliki) saat ini," imbuhnya.

Sanksi pidana yang tertera dalam UU lingkungan Hidup pihaknya belum tahu dan akan mempelajari lebih detail. Belum ada kajian dan belum bisa menentukan itu.

Disinggung Soal backing Bandung Pakar yang kuat, jawab Risda, sejauh kita melakukan hal yang benar berdasarkan aturan-aturan hukum  yang ada kita tak jadi masalah. Artinya kita hadapi segala sesuatu itu sesuai aturan tidak pakai arogan, tidak pakai gontok-gontokan, karena hal tersebut tidak akan menyelesaikan masalah.

"Terus terang KBU ini adalah kawasan yang harus dilindungi peruntukannya untuk masyarakat, siapa pun itu, terutama yang berada di wilayah di bawahnya. Kita tahu tiap tahun ada banjir, ada longsor. Ibaratnya alam jaga kita, kita jaga alam," tegasnya. Demikian keterangan Risda Susanto, Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup Muda Jawa Barat. (R-007)

Rekaman lengkapnya bisa dilihat dan diklik DISINI




Tidak ada komentar

KOMENTAR PEMBACA:

Pembaca SUARA INDEPENDENT dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.