Header Ads

Sambut Hari Kemenangan Idul Fitri, Warga Lampura akan Gelar Takbir Keliling


INDEPENDENT | Mayoritas warga Lampura malam ini akan menggelar takbir keliling, baik di kampung-kampung maupun di kota. Tradisi ini masih sangat melekat di hati warga, karena didalamnya terkandung makna syiar islam dalam menyambut hari kemenangan Idul Fitri 1 syawal 1439 H.

Hasil pantauan awak media di beberapa lokasi sore ini, beberapa alumni dan aktifis masjid sudah memulai persiapan kegiatan pawai, termasuk pawai obor.

"Takbir keliling adalah bagian dari syiar islam. Hanya yang perlu dijelaskan kepada publik, bahwa acara ini pun jangan sampai mengganggu orang lain, karena itu kita akan lakukan dengan tertib," ujar Sofian, aktifis masjid yang malam ini akan menggelar takbir keliling. (14/6)

Terkait adanya larangan takbir keliling, Sofian menyebutkan agar aparat keamanan juga tidak salah kaprah dalam mensikapi makna takbir keliling. "Hati-hati, agar warga juga tidak salah persepsi menilai dari suatu himbauan. Mungkin yang disampaikan pak Kapolres itu jangan sampai takbir keliling mengganggu dan menimbulkan kemacetan. Kalau itu Saya setuju, tapi bukan acara takbiran kelilingnya yang dilarang. Itu bisa berbahaya..," ujar Sofian.

Sebelumnya, Kapolres Lampung Utara AKBP Eka Mulyana, menghimbau agar warga Lampung Utara tidak melakukan takbir keliling di jalan raya pada saat malam Lebaran 2018.

Kapolres menyampaikan, lebih baik melaksanakan takbir di masjid – masjid yang ada di sekitar kita agar lebih bermakna, selain itu juga untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dan untuk menghindari adanya kemacetan di sejumlah ruas jalan protokol yang ada di wilayah Lampung Utara.

“Kami menghimbau untuk warga yang mau takbir, lebih baik dilakukan di masjid atau mushalla setempat saja agar lebih bermakna," ujar Kapolres.

Meski demikian, jajaran Polres Lampura tetap mensiagakan personilnya guna mengamankan arus mudik di sejumlah ruas jalan lintas propinsi. Selain itu juga mengamankan tempat keramaian seperti Mall dan pasar-pasar tradisional.

Jurnalis : Danank / Juaini Adami
Editor : Niki Putune Sinten

Tidak ada komentar

KOMENTAR PEMBACA:

Pembaca SUARA INDEPENDENT dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.