Header Ads

Rampas Motor Pakai Golok, Pria Ini Disikat Buser Polsek Tanjung Raja


INDEPENDENT | Tim buser Polsek Tanjung Raja Polres Lampung Utara mengamankan pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasa (Curas) di jalan Desa Sinar Mulya, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Lampung Utara, rabu (14/6/2018).

Diketahui, pelaku berinitial S (20) warga Dusun Bangka Desa Tanjung Raja, ditangkap warga bersama polisi, Setelah pelaku merampas sepeda motor milik Rahmat Hidayat (19) warga Dusun 1 Desa Sinar Mulya Kecamatan Tanjung Raja.

Kasat Reskrim Polres Lampung Utara AKP H. Syahrial, M.H. mengatakan, penangkapan terhadap pelaku curas ini, berawal saat korban yang hendak pulang kerumah, pada saat di jalan Desa Sinar mulya tiba -tiba korban di hadang pelaku yang memakai helm dengan menggunakan senjata tajam jenis golok, Karena takut korban lari meninggalkan motornya, melihat sepeda motor korban di bawa pelaku, korban menjerit minta tolong.

"Jadi pada saat mengambil sepeda motor, ada perlawanan dari korban, kemudian berteriak minta tolong kepada masyarakat. kemudian warga yang mendengar teriakan korban membantu dan lalu menginformasikan kepada anggota yang sedang patroli," kata Kasat Reskrim.

Aksi kejar kejaran antara para pelaku dan polisi dibantu warga tak terhindarkan, pelaku berhasil diamankan di Dusun Tangkit Desa Tanjung Raja berikut barang bukti satu buah golok dan satu unit sepeda motor Suzuki milik korban.

Selanjutnya pelaku sudah diamankan ke Polres Lampung Utara guna proses penyidikan lebih lanjut.

"Sementara pelaku akan kita jerat dengan Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara 9 tahun," pungkas Kasat Reskrim Polres Lampung Utara.

Jurnalis : Juaini Adami



Tidak ada komentar

KOMENTAR PEMBACA:

Pembaca SUARA INDEPENDENT dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.