Header Ads

Raker Taktik Community Hasilkan Ketua Baru


INDEPENDENT | Akbar Trio Mashuri atau akrab disapa ATM resmi ditunjuk sebagai Ketua Komunitas Taklim Jurnalistik (TAKTIK Community) periode 2018-2020. ATM akan menjalankan tugas dan wewenangnya untuk menahkodai organisasi kepenulisan muslim yang dirintis sejak 2  tahun ini.

Prosesi serah terima jabatan Ketua Taklim Jurnalistik Pusat sebelumnya Andre Rahmatullah kepada ATM digelar di Pusdiklat Villa Syariah Hidayatullah Kota Wisata Batu, Jawa Timur, Kamis-Sabtu, (21-23/06/2018) selepas Rapat Kerja (RAKER).

ATM yang juga seorang pengajar Sdi Raudlatul Jannah Sidoarjo mengucapkan banyak terimakasih atas amanah barunya dalam dunia literasi yang digandrungi.

“Alhamdulillah, in sha Allah bersama kesulitan pasti ada kemudahan, termasuk jabatan baru ini,” tegasnya.

Dia katakan juga, bilamana dirinya belum siap, namun jika ini untuk kemaslahatan ummat, in sha allah akan siap meskpiun masih kaget dirinya ketika terpilih. “ Mohon doanya, kita tak bisa lebih maju jika tanpa kalian juga,” ucap pria Alumnus Ponpes Al-islam joresan Ponorogo.

Sementara itu, Andre Rahmatullah Founder (Pendiri) Taktik Community menambahkan bahwa kaderisasi itu sangat penting dan akan terus kita lakukan, termasuk proses pergantian struktual kepengurusan di Komunitas Taklim Jurnalistik Indonesia.

“Kaderisasi itu mutlak, karena kita tidak mungkin selamanya memimpin, perlu pelanjut yang masih segar, intelektual tinggi utamanya spritualnya perlu dicontoh, misal alumni Pesantren,” ujar Pria yang juga berprofesi sebagai Manajer Markom LAZNAS BMH Kepulauan Riau.

Selain kegiatan Raker, juga dilangsungkan Forum Silaturrahmi Taktik Nasional (FORSILATNAS) yang ke-2 dengan dihadiri setiap perwakilan Komunitas Taklim Jurnalistik se-Indonesia. (Rls/R-9)


Tidak ada komentar

KOMENTAR PEMBACA:

Pembaca SUARA INDEPENDENT dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.