Header Ads

Purnawan Suriadi Bersama PT. Bandung Pakar Berujung di Polda Jabar dan Pengadilan Bale Bandung


INDEPENDENT | Bandung Raya yang terbiasa dengan genangan air pada saat hujan telah berubah menjadi banjir dikala hujan, akibat meluapnya aliran sungai yang berasal dari kawasan Kecamatan Cimenyan.

Bertambah lebarnya aliran sungai ciburial dan anaknya yang selalu meluap dijalan saat hujan sehingga masyarakat di sepanjang aluran sungai mengalami banjir bandang setiap tahunnya.

Keadaan Kawasan Bandung Utara (KBU) yang telah ditetapkan oleh Gubernur Jawa Barat sekitar era tahunan 1980an sebagai konversi tanah dan resapan akhir ternyata oleh H.R. Moh. Yoggi S.M tidak dilanjutkan dengan menerbitkan 2 (dua) ijin lokasi berdasarkan Permohonan dari PT. Bandung Pakar seluas 200 hektar pada tahun 1992 dan 120 hektar pada tahun 1993.

H.R. Moh.Yoggi .S.M sangat cerdiknya mengeluarkan ke-2 izin lokasi beserta perpanjangannya yang meletakkan ketentuan antara lain tidak boleh Top Soil (mengupas permukaan tanah), tanah dengan kemiringan 25% tidak boleh dibangun dan lain-lain, dan pada akhir Ijin disebutkan semua tanggung jawab ada pada Pemohon yaitu PT. Bandung Pakar.

Dengan berjalannya waktu maka persoalan demi persoalan lahir dan tercatat pada April-Juni 2018 ada 6 Perkara Perbuatan Mekawan Hukum (PMH) di Pengadilan Negeri Bale Bandung sebagai Tergugat adalah PT Bandung Pakar sebagai Direktur Utama adalah Purnawan Suriadi.

Sementara di Polda Jabar dan Polres Kabupaten Bandung tercatat pula sekitar 7 (tujuh) Laporan Polisi yang terkait perbuatan tindak pidana ole Purnawan Suriadi dan/atau PT Bandung Pakar dan karyawannya.

Aroma persoalan adalah pelaksanaan Izin Gubernur yang berakibat masyarakat dirugikan dan selama ini masyarakat hanya sebagai objek oleh yang memiliki ambisi sehingga tidak menyelesaikan akar persoalan.

Kehadiran Ormas Paska Mesima telah menggairahkan Masyarakat yang telah sekian lama tidak berdaya akibat Polisi dan Pengadilan hanya bersahabat dengan pihak PT. Bandung Pakar.

Beberapa rumah mewah ternyata diberikan oleh PT Bandung Pakar kepada Perwira Tinggi Polisi sebagaimana sumber yang di dapat karena media kesulitan untuk mengkonfirmasi ke PT Bandung Pakar dan BPN akibat rumah newah yang dimaksud dengan HGB PT. Bandung Pakar. Demikian juga ada Bupati dan bekas Bupati termasuk Walikota memiliki rumah di kawasan tersebut.

Secara tidak sengaja media mendapat informasi mengenai Purnawan Suriadi yang kuat, maka Sekuriti tidak takut dilaporkan ke Polisi sehingga masyarakat menjadi tidak berkutik.

Pengaduan di Dinas Lingkungan Hidup Jalan Naripan diharapkan juga dapat mengejar PT Bandung Pakar yang dianggap warga telah melakukan pengerusakan kawasan Bandung Utara, khususnya Kecamatan Cimenyan karena Top Soil dan pemapasan tanah yang terjadi.**(R-007)


Tidak ada komentar

KOMENTAR PEMBACA:

Pembaca SUARA INDEPENDENT dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.