Header Ads

PKS Sambut Seruan Habib Rizieq Bentuk Koalisi Keumatan


INDEPENDENT | PKS menyetujui seruan Habib Rizieq Syihab untuk mendorong empat partai berkoalisi mendukung calon presiden Partai Gerindra Prabowo Subianto. PKS berharap bisa memiliki koalisi yang kuat untuk menantang petahana Joko Widodo.

"PKS tentu sejalan dengan Seruan Habib Rizieq Syihab. Dan ini sesuai dengan usaha PKS menghadirkan kompetisi yang tangguh bagi blok pendukung Pak Jokowi," kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera seperti dikutip dari detikcom, Minggu (3/6/2018).

Mardani menilai Rizieq legowo memberikan kesempatan bagi partai politik pendukung Prabowo mencalonkan siapapun. Ia menyambut baik sikap Rizieq tersebut.

"Permintaan Habib Rizieq luar biasa. Menunjukkan kerendah hati beliau. Padahal baru saja oleh PA 212 beliau dicapreskan. Tapi dengan pertimbangan umat, beliau malah menyerukan dukung Prabowo. Dengan syarat empat partai bersatu," sambungnya.

Lanjutnya, PKS menyatakan siap menjadi penanggung jawab koalisi yang disebut 'Koalisi Keummatan'. Menurutnya pernyataan Rizieq yang mendorong empat parpol segera deklarasi mendukung Prabowo harus disikapi dengan persatuan.

"Dengan seruan Habib Rizieq ini mestinya menjadi pelecut bagi partai politik yang belum menentukan sikap untuk segera bersatu. PKS siap menjadi tulang punggung Koalisi Keummatan ini," ucap Mardani.

Sebelumnya, kandidat calon presiden Partai Gerindra Prabowo Subianto, senior PAN Amien Rais, dan rombongannya menemui Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab di Mekah. Dalam pertemuan, Rizieq meminta empat partai mendeklarasikan dukungan untuk Prabowo.

"Lebih khusus HRS mengharap dan meminta kepada Gerindra dan PAN untuk segera merealisasikan keinginan umat untuk segera Deklarasi terbuka koalisi Gerindra, PAN, PKS, PBB dalam waktu dekat, serta membuka pintu juga kepada partai lain terutama yg berbasis masaa Islam," kata Humas Persaudaraan Alumni 212 Novel Bamukmin dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (2/6/2018).

Sumber : detikcom

Tidak ada komentar

KOMENTAR PEMBACA:

Pembaca SUARA INDEPENDENT dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.