Header Ads

Pilkada Jabar 2018: Jokowi Menang 2019 Vs #2019GantiPresiden


Oleh : Cecep Burhanuddin
Penulis adalah Aktivis sosial

Mudik lebaran 1 Syawal 1439 di Jabar di ramaikan perang spanduk antar-pendukung kandidat gubernur dan Capres 2019. Di beberapa daerah kita menemukan spanduk pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Haq yang mengusung tagline “Jabar Juara, Jokowi Menang 2019.”

Pemasangannya cukup massif. Pemilihan tagline spanduk oleh pasangan No 1 Ridwan-Uu (Rindu) kian menegaskan polarisasi antar-pendukung Capres 2019. Jadi tidak salah bila banyak yang menyebut Pilkada Jabar adalah pilkada rasa capres.

Sebelumnya pasangan no 3 Sudradjat-Syaikhu (Asyik) sempat membuat geger karena dalam debat membawa kaos bertuliskan “Asyik Menang, #2019GantiPresiden.” Pasangan yang diusung Gerindra, PKS, PAN, dan PBB ini secara tegas menyatakan akan mendukung Capres penentang Jokowi. Sebaliknya pasangan Rindu sebagaimana komitmen awal Ridwan Kamil, tegas mendukung Jokowi.

Perbedaan segmen ini membuat rakyat Jabar lebih mudah menentukan pilihan. Dari empat pasang yang berlaga, jelas sudah terlihat kemana afiliasi politiknya pada Pilpres 2019 mendatang.

Selain Rindu dan Asyik dua pasang lainnya adalah kandidat no 2 pasangan TB Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah) yang diusung PDIP. Mereka akan kembali mengusung Jokowi, karena PDIP adalah partai utama pengusung Jokowi. Sementara kandidat no 4 pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (double D) yang diusung Demokrat-Golkar kemungkinan besar juga akan mendukung Jokowi.

Dedi Mulyadi sebagai Ketua Golkar Jabar pasti akan mendukung Jokowi. Sementara Demokrat sampai sekarang sikapnya tidak jelas. Peluangnya mendukung dan menentang Jokowi 50-50. Dengan begitu pasangan no 4 ini bisa disebut juga sebagai pendukung Jokowi.

Jadi untuk masyarakat Jabar pilihannya sekarang jelas. Kalau mau dukung Jokowi pada Pilpres 2019 silakan memilih pasangan No 1 Rindu, No 2 Hasanah, atau No 4 Deddy-Demul. Bila ingin ganti presiden 2019 jelas pilihannya adalah pasangan Asyik.

Bagaimana peluangnya? Pada Pilpres 2014 di Jabar, Jokowi kalah telak melawan Prabowo. Saat itu yang menjadi Gubernur Jabar adalah Ahmad Heryawan. Dia sekaligus juga menjadi Ketua Sukses Prabowo di Jabar.

Jabar juga dikenal sebagai kantong utama gerakan 212 kelompok penentang Ahok dan kini bertransformasi menjadi penentang Jokowi. Ridwan Kamil pada saat aksi 212 menentang para santri Ciamis yang akan long march ke Jakarta. Sementara Dedi Mulyadi hubungannya dengan ulama di Purwakarta sangat buruk karena dianggap musyrik.

Karena itu Jokowi saat ini mati-matian mengerahkan berbagai sumber daya menyerbu Jabar. Sebagai pemilik suara terbesar di Indonesia, Jabar sangat penting untuk Jokowi.

Warga Jabar silakan ambil keputusan. Mau tetap Jokowi yang jadi Presiden, atau 2019GantiPresiden?
Jabar akan sangat menentukan.

Karena itu jangan salah pilih. Salah pilih gubernur, berarti Anda juga akan salah memilih Presiden. Ini merupakan paket two in one. Tidak bisa memilih salah satu. Tidak bisa pilih gubernur No 1, 2, atau 4, tapi ingin ganti presiden. Begitu pula sebaliknya. Ulah lepat. Nuhun

Bandung, 19 Juni 2018

Tidak ada komentar

KOMENTAR PEMBACA:

Pembaca SUARA INDEPENDENT dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.