Header Ads

Mengaku Anggota TNI, Pria Ini Tipu Sopir Grab


INDEPENDENT | Seorang pria nekat melakukan penipuan dengan menyamar menjadi seorang anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari korp Angkatan Laut (AL).

Aksi ini telah membuah hasil dengan korban Sartono, seorang sopir Grab yang kerap beroperasi di ibu kota Sulawesi Tenggara.

Cerita awalnya begini. Pemuda yang masih berusia 26 tahun itu memesan mobil Grab untuk dijemput di kawasan eks MTQ dengan tujuan awal ke Mapolres Kendari, Jumat 29 Juni 2018.

Sartono yang kebetulan lagi stand by tak jauh dari lokasi keberadaan Subagiono, bergegas merapat ke TKP. Tak lama berselang Sartono tiba. Sejurus kemudian, Subagiono pun langsung membuka pintu mobil dan naik.

Di dalam perjalanan menuju tujuan, keduanya sempat berbincang akrab. Ditengah perbincangan, Subagiono mengaku sebagai seorang anggota TNI AL.

Sartono yang mendengar pengakuan itu hanya bisa manggut dan percaya bahwa Subagiono benar anggota militer. Itu terlihat dari bentuk fisik Subagiono.

Sesampainya di Mapolres Kendari, keanehan itu muncul. Subagiono keluar dari mobil lalu teriak-teriak menunjukan diri bahwa ia adalah seorang anggota TNI.

Merasa puas, Subagiono lantas meminta Sartono untuk diantar ke Mako Brimob.

Sartono mulai curiga akan perilaku pemuda berbadan tegap dan kekar itu. Apalagi, Subagiono mengancam dirinya dan meminta sejumlah uang.

Tak mau ambil resiko, Sartono akhirnya putar haluan dan mengarahkan stir mobilnya menuju Mapolsek Baruga.

Kapolsek Baruga, AKP Idham Sukri membenarkan semua cerita tersebut. Katanya, sang sopir Grab panik sehingga membawa Subagiono untuk diamankan.

“Ia (Subagiono) masih sempat mengaku sebagai anggota. Setelah diperiksa, dia kemudian mengaku sebagai tukang cuci piring di Warung Pojok 99 di Kecamatan Mandonga,” ungkap AKP Idham. Kasus ini, saat ini tengah ditangani Polsek Mandunga. (Rls)


Tidak ada komentar

KOMENTAR PEMBACA:

Pembaca SUARA INDEPENDENT dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.