Header Ads

Kuasa Hukum Desyadi Dorong Polri Ungkap Dalang Kasus Perkusi di Lampura



INDEPENDENT | Ahmad Handoko, SH, MH, kuasa hukum pejabat korban perkusi Desyadi, Kepala Dinas BPKAD Kabupaten Lampung Utara menyatakan akan mendorong pihak Polri guna mengungkap dalang dibalik kasus perkusi yang menimpa kliennya.

"Kita berharap segera di tetapkannya pelaku hingga proses dibawa ke pengadilan, bukan hanya pelakunya, tetapi semua pihak yang terlibat permasalahan ini harus di proses sampai ke pengadilan," katanya, hari ini (8/6).

Olek karena itu, lanjut Ahmad, "Kita mendorong kepolisian memperoses sesuai koridor hukum yang berlaku. Kita berupaya memenuhi agar perkara ini maju sampai ke pengadilan, karena fakta dan peristiwa kejadiannya memang ada," ujarnya.

Menurutnya, hingga jelang tengah malam tadi, prosesnya  baru selesai pemeriksaan para saksi-saksi dari pihak korban. 3 orang

yang telah di periksa, dan berlanjut akan kita ajukan beberapa saksi lagi yang akan di hadirkan dan selanjutnya mengikuti perkembangan  penyidikan.

"Target kita para pelaku itu harus di proses secara hukum. Siapa pun yang terlibat disitu," tegasnya.

Ketika ditanya adanya dugaan  oknum yang diduga disuruh petinggi Lampura, Ahmad menyatakan pihaknya akan melihat perkara  ini lebih mendalam lagi seperti apa.

"Artinya, pihak kita akan mengungkap perkara ini sampai ke siapa dalangnya yang menggerakkan terjadinya kasus ini," imbuhnya.

Terkait adanya argumen Sri Widodo yang akan menuntut balik pihak yang membawa-bawa namanya dibawa-bawa dalam perkara ini, sebagaimana dikutip dari media online, menurut Ahmad, "yang membawa-bawa itu kan bukan kita, Kita tak pernah membawa-bawa

siapa, tetapi kita bicara mengenai fakta dan alat bukti, dan kita tidak pernah menuduh siapapun, tetapi proses hukum akan terus berjalan ke penyidikan,"

Saya tekan kan ya, lanjut Ahmad, baik saya maupun klien saya tidak pernah menuduh siapapun dibalik ini semua siapa, tetapi kita akan membuktikan siapa yang sebenarnya terlibat perkara ini.

"Kalau kita menuduh siapa dibalik ini kan terlalu dini, tetapi ada beberapa saksi yang mengatakan pihak-pihak tertentu ada di belakang aksi ini, tetapi ini masih dalam proses penyidikan dan kita tunggu, perkembangannya seperti apa dan kita juga tidak tinggal diam dalam masalah ini,” pungkasnya.

Dan bila ada upaya pihak yang menuntut balik, kita pun sangat siap. Siapa pun dalam perkara ini yang akan mengambil langkah hukum seperti apa, kita pun siap menghadapi secara hukum, siapapun juga. Tutup Ahmad Handoko SH, MH. dalam keterangannya kepada media.

Seperti diberitakan sebelumnya, sedikitnya sekitar 20 hingga 30 orang dengan mengendaraai sepeda motor dan mobil, kemarin  menyambangi kediaman Desyadi. Mereka mengintimidasi dengan membekap, memukul, memiting dan memupul bahu Desyadi. Bahkan ada diantaranya yang mencekiknya.

Peristiwa pengeroyokan dan penekanan, dugaan penganiyaan kepada Desyadi itu telah dilaporkan ke POLRES Lampung Utara dengan Nomor LP /759/B-1/VI/2018/POLDA LAMPUNG/SPKT Reskrim LU Tanggal 7/6/2018.


Pelaku Persekusi Terancam 9 Tahun Penjara

Tindakan persekusi dengan cara-cara penganiayaan jelas melanggar ketentuan Pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP),  yang berbunyi "Barang siapa dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan".

Penganiayaan yang menyebabkan luka-luka terhadap korbannya, jelas melanggar ketentuan Pasal 170 ayat 2 KUHP dengan ancaman pidana 7 (tujuh) tahun hingga 9 (sembilan) tahun penjara.

Selain itu, tindakan yang dilakukan para terduga pelaku persekusi dapat juga dikenakan pasal mengenai tindak pidana perbuatan tidak menyenangkan sebagaimana yang diatur dalam Pasal 335 KUHP.

Jurnalis : Juaini Adami
Editor : Niki Putune Sinten

Tidak ada komentar

KOMENTAR PEMBACA:

Pembaca SUARA INDEPENDENT dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.