Header Ads

220 Opsetan Satwa Berbagai Jenis Burung Gagal Diseludupkan



INDEPENDENT | Upaya menyelundupkan ratusan hewan yang diawetkan (Opsetan) berbagai jenis satwa dilindungi,.berhasil di gagalkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam wilayah hukum Malaku Papua,Minggu ,(10/6/2018).

Sumber Join News Network (JNN) di KLHK Maluku Papua, saat ini Tim Penyidik Balai Penegakan Hukum (Gakkum) KLHK Maluku Papua, telah menyerahkan berkas tersangka WJM (43), dan barang bukti opsetan satwa dilindungi, kepada Kejaksaan Tinggi Papua. Penyerahan berkas dan barang bukti tersebut akan dilakukan setelah libur Hari Raya Idul Fitri nanti.

Dalam kasus ini , KLHK tidak main -main dan memperliatkan ketegasamnya mengusut dan siap meneruskan ke pihak penuntut (Jaksa) selain barang bukti opsetan berbagai jenis satwa, tersangka WJM (43)  warga negara Amerika akan diserahkan lanjutan prosesnya ke Kejaksaan .

“Upaya proses yustisi ini adalah upaya penegakan hukum untuk melindungi sumber daya alam di wilayah kerja Balai Gakkum Maluku Papua,” tegas AG Marthana, Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Maluku Papua, kepada JNN.

WJM , Warga Negara Amerika yang  tertangkap tangan di Bandara Sentani (13/01/2018) saat mencoba menyelundupkan ratusan opsetan satwa dilindungi.

" Penangkapan tersebut , ada 220 opsetan berbagai jenis burung, dua opsetan tikus ,  satu kuskus , dan diperoleh barang bukti berupa 220 opsetan berbagai jenis burung, dua opsetan tikus , satu kuskus , dan  34 lembar kulit satwa mamalia, dan lima lembar kulit reptil," tambahnya.

Dalam kasus ini tersangka akan menetapkan WJM sebagai tersangka, diancam  penjara paling lama 5 tahun, dan denda paling banyak 100 juta rupiah, karena telah melanggar Undang-Undang No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, Pasal 21 Ayat 2 Huruf b, c, dan d juncto Pasal 40 Ayat 2.

(JNN/NAS)


Tidak ada komentar

KOMENTAR PEMBACA:

Pembaca SUARA INDEPENDENT dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.