Header Ads

Dana Parkir Dinas Perhubungan Lampura Diduga Menguap, Pospera akan Lapor Polisi


INDEPENDENT | Terkait dugaan setoran koordinator parkir ke Dinas Perhubungan Lampura tentang pungutan retribusi yang Seyogyanya dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kembali menjadi sebuah pertanyaan publik.

Ketua DPC POSPERA (Dewan Pimpinan Cabang Posko Perjuangan Rakyat) Lampung Utara, Juaini Adami hari ini turun ke zona/aria parkir dalam hal menindak lanjuti laporan hasil tim inpestigasi tentang setoran koordinator parkir ke dinas perhubungan yang tampaknya ada dugaan ketidak jelasan dalam setoran yang masuk ke Kasda (Kas Daerah).

"Berdasarkan keterangan dari beberapa koordinator parkir pada satu titik area yang sudah dibagi zonanya 50 M pertitik. Dicontohkannya hasil investigasi Pospera hari ini ada 10 koordinator parkir yang dimintai keterangan dalam hal diwajibkan mereka setor ke kantong kas dinas perhubungan," kata Juaini Adami, hari ini.

Menurut kordinator yang berhasil kita temui di lapangan, kata Juaini, kedian kita singkat saja masing-masing adalah M.35/ Z.40/ R.32/ J.50/ Y/36/ P.40/ K.38/ dan U.37 hasilnya beragam.

"Menurut keterangan, mereka dalam satu hari setor yang diwajibkan sebesar Rp 20.000," kata juani.

Begitu juga, lanjut dia,  pada titik-titik lainnya. Jika kita hitung berapa titik parkir di wilayah KOTA dan sekitarnya, mungkin ratusan koordinator parkir, seandainya 250 parkir dikalikan 20.000. maka setiap harinya pendapatan dinas perhubungan 500.000.ribu, kita kalikan dengan satu bulan 30 hari, maka seharusnya PAD mendapatkan prolehan 15.000.000/ perbulan, pertanyaanya apakah yang di terima oleh pemerintah daerah yang melalui Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) dari retribusi parkir sedemikian?," tanya Juaini.

Menyikapi hal tersebut di atas, pihaknya merencanakan akan melaporkan persoalan ini ke aparatur penegak hukum, dalam hal ini kejaksaan dan kepolisian agar dapat segera menelisik dan menindak lanjuti laporan hasil tim investigasinya.

"Jadi patut diduga ada ketidak beresan tentang tata kola keuangan di tubuh dinas perhubungan Kabupaten Lampung Utara. Uang itu menguap kemana? Biar nanti aparat yang bekerja," ujarnya.

Jurnalis : Danank Alkatiri


Tidak ada komentar

KOMENTAR PEMBACA:

Pembaca SUARA INDEPENDENT dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.