Header Ads

Berhasil Ringkus Komplotan Begal Sadis, Warga Apresiasi Kinerja Polres Lampura


INDEPENDENT | Sejumlah korban mengapresiasi dan berterima kasih kepada  Kapolres Lampung Utara dan jajarannya, yang telah meringkus dua tersangka begal sadis, yakni Rozali dan Leman. Seperti yang diungkapkan Siti Fatimah (30) warga Desa Bandar Kagungan Raya, Abung Selatan, salah satu korban kegananasan Rozali dan Leman.

Wanita muda ini tak dapat melupakan peristiwa naas yang merenggut nyawa sang adik Saprudin (25) yang ditembak kawanan begal pada 26 April 2018 lalu. Bahkan dirinya pun dibacok dilutut oleh pelaku karena berusaha menyelamatkan diri.

"Saat kejadian, pagi itu masih sedikit gelap. Saya tidak melihat wajah mereka, tapi kalau dari postur tubuh, ya mereka itu yang menembak adik dan membacok saya", kata Siti dengan nada lirih, usai melihat wajah kedua tersangka di Mapolres Lampura, Selasa (19/8/2018).

"Saya dan keluarga mengucapkan terima kasih atas kinerja Kapolres Lampung Utara dan jajarannya yang sudah menangkap para pelaku. Kami berharap supaya mereka dapat menerima hukuman yang setimpal,” ujarnya lagi.

Senada diungkapkan Cik Gus warga Ketapang yang juga salah satu korban. Menurutnya, pembegalan itu terjadi pada Jumat 4 Mei 2018 sekitar pukul 19.30 WIB di jalan perbatasan antara Kotabumi Udik-Desa Banjar Wangi. Dirinya bersama sang istri mengendarai motor Supra Fit S dihadang dua pelaku. Tak lama berselang muncul seorang lagi. Dua bersenjata api dan seorang bersenjata tajam.

Para pelaku menganiaya korban, memaksa untuk menyerahkan handphone dan motor. Saat itulah salah satu pelaku menembak lengan kanan korban hingga tembus, lalu mereka kabur membawa handphone dan motor korban.

"Saya berterima kasih kepada Kapolres Lampung Utara dan jajarannya yang telah berhasil menangkap para pelaku. Meski saya saat itu tidak melihat jelas wajah para pelaku, tapi saya kenal salah satu pelaku bekas murid saya", katanya.

Untuk diketahui, Sepak terjang dua pelaku begal sadis, Rozali alias Sali (27), warga Dusun Andatu Desa Pakuon Agung, Muara Sungkai, Lampung Utara (Lampura), dan Leman (23) warga Desa Bumi Agung, Abung Timur, Lampura, akhirnya terhenti. Itu setelah jajaran Polres Lampung Utara membekuk keduanya, Selasa (19/6/2018) sekitar pukul 01.00 WIB.

Jurnalis : Juaini Adami

Tidak ada komentar

KOMENTAR PEMBACA:

Pembaca SUARA INDEPENDENT dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.