Header Ads

Ahmad Handoko, SH, MH : Aktor Pelaku Persekusi di Lampung Utara Sudah Kita Ketahui


INDEPENDENT | Ahmad Handoko, SH, MH, kuasa hukum pejabat korban perkusi Desyadi, Kepala Dinas BPKAD Kabupaten Lampung Utara mengklarifikasi dan sekaligus membantah rumor dan suara "aneh" diluaran terkait insiden kriminalitas berupa perkusi yang menimpa kliennya.

Handoko menyebutkan tentang pendapat bahwa Laporan Desyadi sangat mencoreng kewibawaan pimpinan, dalam hal ini Plt. Bupati  Sri Widodo adalah tidak benar.

Menurutnya, melaporkan dugaan tindak pidana ke Kepolisian adalah hal yang dibenarkan oleh hukum dan bisa di cek bahwa klien kamu bukan melaporkan Plt bupati, tetapi melaporkan orang orang melakukan dugaan kekerasan kepada dirinya dan kekerasan dari sekelompok orang itu benar adanya yang saat ini sedang di sidik oleh pentidik polres lam utara.

"Nah siapa pun yang terlibat baik itu siapa yang menyuruh dan atau siapa yang melakukan itu wajib di tindak secara hukum sampai ke pengadilan, karena tindakan kekerasan ancaman kekerasan merupakan tindak pidana yang harus di beri sanksi pidana," katanya.

Kami tekankan disini, imbuh Handoko, klien kami belum menuduh siapa siapa tetapi bukti ke arah siapa pelaku baik pelaku utama maupun aktornya kita sudah dapat dan tidak akan kami publis dan itu hanya untuk kepentingan penyidikan, nanti saatnya ada untuk publikasi kalau ada pihak pihak yang merasa, ya silahkan saja sekarang ranahnya sudah ranah hukum jadi masing masing pihak harus menahan diri dan harus mengikuti proses hukum.

"Kinerja klien kami dalam bekerja selaku ASN juga sudah bagus, tidak ada hal hal yang dilanggar secara hukum," ujarnya.

Dalam hal ini, lanjut Handoko, Plt Bupati selalu atasan klien kami harus mendukung supaya proses hukum atas kekerasan yang menimpa klien kami yang notabene adalah ASN di Lampung Utara cepat berjalan dan terungkap karena dalam hal apa pun kekerasan tidak lah dibenarkan.

Demikian keterangan Ahmad Handoko, SH, MH seperti disampaikan ke redaksi sesaat yang lalu.


Jurnalis : Danank Alkatiri
Editor : Niki Putune Sinten

Tidak ada komentar

KOMENTAR PEMBACA:

Pembaca SUARA INDEPENDENT dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.