Header Ads

Wartawan TVOne Jadi Korban Teroris, JOin NTB Himbau Jurnalis Waspada Dalam Tugas


INDEPENDENT | Jurnalis Online Indonesia (JOIN) Perwakilan Nusa Tenggara Barat (NTB) mengecam aksi teror yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia.

JOIN juga mengimbau agar para jurnalis juga tetap waspada dan mengutamakan keselamatan saat melakukan tugas peliputannya.

“Kasus terbaru yang terjadi di Mapolda Riau, dua jurnalis turut terluka. Kami ikut prihatin, dan mengimbau agar para jurnalis juga tetap waspada dan mengutamakan keselamatan saat melaksanakan tugasnya,” kata Ketua Umum JOIN NTB, Indra Irawan LM, S.Kom, Rabu (16/5), di Mataram.

Selain meningkatkan kewaspadaan saat bertugas, kata Indra, jurnalis juga tetap harus perpegang pada prinsip dan kode etik jurnalistik dalam memberitakan kasus-kasus terorisme.

Misalnya, dengan mengutip sumber-sumber berita atau keterangan resmi dari pihak yang berkompeten, dan tidak memunculkan gambar-gambar vulgar korban aksi terorisme.

Hal ini perlu dilakukan agar tidak menimbulkan ketakutan dan keresahan yang berlebihan bagi masyarakat.

Sekjen JOIN wilayah NTB, Amrin menambahkan, peranan jurnalis online sangat dibutuhkan terutama untuk menyebarkan informasi dan berita secara cepat dan akurat kepada masyarakat.

Namun kecepatan pemberitaan harus juga hendaknya tetap memikirkan prinsip dan kode etik jurnalis.

“JOIN NTB mengecam aksi teror yang terjadi. Dan mari kita bersama turut melawan aksi-aksi serupa itu, dengan cara memberi informasi yang tepat dan akurat sehingga tidak menimbulkan keresahan berlebihan pada masyarakat,” katanya.

JOIN NTB juga mendukung langkah-langkah aparat keamanan dalam melawan tindakan terorisme, dan berharap kasus-kasus terorisme yang terjadi bisa segera ditangani dengan baik oleh Kepolisian dan TNI. (K3/Indra)




Tidak ada komentar

KOMENTAR PEMBACA:

Pembaca SUARA INDEPENDENT dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.