Header Ads

Terkuak ADD dan ADP 2017 Sinar Mulya, Kasi Intel Kejari: Jika Ada Kerugian Negara Tetap Kita Proses


INDEPENDENT | Kejaksaan negeri (Kejari) Pringsewu angkat bicara terkait dugaan mark-up dan korupsi Anggaran Dana Desa (ADD) dan Anggaran Dana Pekon (ADP) ditahun 2017 Pekon Sinar Mulya, Kecamatan Banyumas, kabupaten Pringsewu.

Saat ditemui diruang kerjanya, kamis (24/05/2018) Kasi Intel kejari Pringsewu Bayu dwibowo akan mempelajari dan mengkaji terkait dugaan mark-up dan korupsi ADD dan ADP 2017 Pekon Sinar Mulya.

"Saya akan pelajari terlebih dahulu terkait hal ini dan  apabila nantinya terdapat benar benar terdapat kerugian negara tetap kita akan melakukan proses sesuai dengan ketentuan," ucapnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, pembangunan lapangan Futsal yang bersumber dari Anggaran Dana Pekon  (ADP) 2017 yang menelan anggaran 119.715.000,00 sedangkan anggaran senilai sekitar Rp. 9.000.000,00 untuk cat sudah di SPJ kan  akan tetapi uang tersebut oleh kepala pekon sinar mulya digelapkan

Ditambah lagi  pembangunan jembatan  Tipe 3 m x 6 m jumlah anggaran  Rp. 99.085.000,00 dengan waktu pelaksanaan 01 oktober - 01 desember 2017 terhitung 90 hari masa kerja diduga mark-up.

Begitupun juga pengerasan jalan telford /onderlag yang lokasi pengerjaannya terletak di Dusun/Lingkungan 3  sepanjang 1000 M yang menelan anggaran Rp. 350.138.000  diduga dikerjakan tidak sesuai dengan tahapan yang direncanakan karena lapisan bawah pasir tidak ada.

Dalam hal ini seperti tertuang pada UU  tindak pidana korupsi yang diatur dalam Pasal 2ayat (1) UU no. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001.

“Setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana penjara dengan penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan denda paling sedikit Rp. 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah),”.

Jurnalis : Nanang Siswanto


Tidak ada komentar

KOMENTAR PEMBACA:

Pembaca SUARA INDEPENDENT dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.