Header Ads

Terjepit Biaya Lebaran, Preman Rampok Supir Taksi Online


INDEPENDENT | sepasang preman kampung, FO, 20, dan JK terpaksa harus berurusan dengan aparat kepolisian Polsek Palmerah polres metro Jakarta barat lantaran Kebutuhan mendesak lebaran yang menyisahkan tiga minggu lagi membuatnya menjadi gelap mata. Bermodal golok yang disembunyi keduanya mencoba merampok supir taksi online.

Aksi itu kemudian terbongkar. Berbekal keterangan orderan jajaran Unit Reskrim Polsek Palmerah menciduk FO saat mencoba menjual barang curiannya. Sementara JK berhasil melarikan diri dan jadi buruan polisi.

Kapolsek Palmerah, Jakarta Barat, Kompol Aryono mengatakan kejadian ini bermula saat korbannya, Reja Indra, mendapatkan orderan dari kawasan Jati Baru menuju Tomang pada Selasa (22/5/2018) pagi.

Saat ditengah jalan keduanya, kemudian meminta untuk diantarkan ke kawasan Kota Bambu Selatan, Palmerah dengan alasan pamit ke orang tua.

“Tapi pelaku malah mengajak korban ke tempat sepi kemudian mengayunkan goloknya ke leher korban,” ucap Aryono ketika dikonfirmasi, Selasa (29/5/2018).

Dalam kondisi ketakutan, Reja tak berdaya. Harta bendanya pun dengan mudah dilucuti oleh para pelaku, mulai uang hasil menarik, ponsel dan klik BCA.

“Korban kemudian langsung melapor, hari itu juga kami buru,” ucap Aryono.

Kanit Reskrim Polsek Palmerah, AKP Afrizal menambahkan keterangan korban kemudian dijadikan pihaknya untuk memburu pelaku.

Ia kemudian menyisir lokasi dan mendapati FO saat hendak menjual barang curian. “Ia tak berkutik ketika kami meringkusnya di lokasi,” ucap Afrizal.

Kini selain masih melakukan pemeriksaan terhadap FO, polisi tengah memburu JK yang diduga masih berada di jakarta.

FO sendiri mengakui, dirinya nekat merampok karena memgumpulkan uang untuk lebaran nanti. Tinggi kebutuhan namun tidak memiliki pekerjaan membuat dirinya gelap mata.

“Uangnya untuk di tabung pas lebaran nanti,” kata FO (JNN/007)

Tidak ada komentar

KOMENTAR PEMBACA:

Pembaca SUARA INDEPENDENT dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.