Header Ads

Terjadi di Kota Bumi! Usai Disuntik Dokter Kulit Turini Melepuh


INDEPENDENT | TURINI (40) bin Kuat, pasien Rumah Sakit  Handayani (RSH) Kotabumi, warga desa negara batin (1) Kecamatan Sungkai Utara Kabupaten Lampung Utara, Propinsi Lampung menderita penyakit EPILEPSI yang sudah dirawat.

Dalam Ruangan Rumah Sakit Handayani (RSH) lebih kurang (6) enam hari, sampai saat ini, sangat mengharapkan bantuan dari Hamba Allah, melihat mirisnya kehidupan keluarganya yang hidup dibawah garis kemiskinan, kamis 16/5/2018.

Menurut Widodo (47) bin lagimin, suami dari pasien yang bernama"TURINI" (40) kepada awak media di ruang perawatan istrinya mengatakan bahwa sebelumnya, masuk rumah sakit handayani, istrinya mengalami kejang-kejang.

"Melihat kondisi seperti itu, saya bawalah istri saya berobat "DIKELINIK" Dr Saipul, di depan RSUD Riyacudu Kotabumi," kata Widodo.

Ironisnya, apa yang diderita oleh turini (40) sebelumnya hanya kejang-kejang, tapi sepulang kami dari tempat klinik Dr Saipul dan meminum obat yang diberikan bapak Dr Saipul, tiga hari kemudian istri saya mengalami penyakit yang berbeda dari yang sebelumnya, menimbulkan penyakit kulit bagaikan luka bakar di sekujur tubuhnya hingga melepuh seperti ini, ujar Widodo.

Atas gejala tersebut, Widodo mengaku bingung lalu membawanya ke RS Handayani.

Dirinya sangat berharap ada pertolongan dan penanganan yang serius dari pihak rumah sakit, serta berharap atas  kesembuhan istrinya, namun semua ini hanya dengan sebuah doa.

"Itulah yang mampu saya berikan," urai Widodo seraya menyeka linangan air matanya.

Keterbatasan dan keadaan ekonomi Widodo memaksanya hanya bisa berharap ada kepedulian dan uluran tangan serta doa untuk kesembuhan istrinya.

Sementara pihak RS Handayani dan Klinik sampai berita ini diturunkan belum dapat dikonfirmasi secara terpisah.

Jurnalis : Juaini Adami


Tidak ada komentar

KOMENTAR PEMBACA:

Pembaca SUARA INDEPENDENT dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.