Header Ads

Surat Edaran Bupati Tuba Tak di Gubris, Tempat Hiburan Malam dan Miras Masih Marak di Bulan Ramadhan


INDEPENDENT | Maraknya tempat-tempat hiburan malam dan peredaran minuman keras beralkohol (miras) yang berkedok karaoke keluarga dan warung makan disepanjang jalan lintas timur Tulang Bawang, masih beroperasi atau buka ditengah-tengah berjalanya bulan suci ramadhan. Meskipun sudah ada surat edaran Bupati Tulang Bawang beberapa waktu lalu dengan nomor 100/I.1/tb/V/2018 tentang himbauan menyambut bulan suci ramadhan.

Surat edaran tersebut ditujukan kepada Camat dan Kepala Kampung se-Kabupaten Tulang Bawang dengan tujuan untuk menghimbau kepada masyarakat wilayahnya masing-masing agar melakukan penutupan tempat-tempat hiburan malam seperti Karaoke keluarga, Diskotik dan warung-warung atau perusahaan Rumah Makan agar tidak berdagang secara terbuka selama bulan suci ramadhan guna menghormati kaum muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Namun surat edaran tersebut terkesan tidak dianggap dan diduga adanya pembiaran dari instansi terkait dari Pemerintah Daerah Kabupaten Tulang Bawang. Sepeti contoh beberapa warung makan atau perusahaan Rumah Makan yang masih berjualan secara terbuka di sepanjang jalan lintas timur Tulang Bawang mulai dari Menggala sampai dengan perbatasan Kabupaten Mesuji, selain itu, adapun beberapa tempat hiburan malam seperti Karaoke Keluarga yang masih beroperasi dan menjual atau menyiapkan minuman beralkohol dan para perempuan pemandu lagu (PL) didalamnya.

Seperti contoh yang berhasil dipantau oleh tim investigasi suaraindependet.com, karaoke keluarga yang berada di jalan lintas timur Agung Dalam, Kecamatan Banjar Margo dan Kafe tempat karaoke yang berkedok warung makan yang terkenal dengan sebutan warung pengkolan di jalan lintas timur Bujuk Agung, Kecamatan Banjar Margo masih beroperasi baik siang hari dan malam hari.

Meskipun sudah ada Perda terkait miras sejak beberapa tahun yang lalu yaitu, Perda no 5 thn 2004 tentang larangan produksi, penimbunan, pengedaran dan penjualan minuman keras (Miras).

Berdasarkan BAB 2 pasal 4 Perda Tuba no 5 tahun 2004 yang berbunyi : setiap orang atau badan hukum atau perusahaan dilarang keras menjual minuman keras di warung, kios minuman, kantin, rumah, panti pijat, kaki lima, terminal, hotel, tempat keramaian. Berdasarkan Bab 4 pasal 6 Perda no 5 thn 2004 yang berbunyi ; barang siapa melanggar pasal 2,3,4 dan 5 perda ini diancam dengan pidana 6 bulan penjara denda 5 juta.

Adanya Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Tulang Bawang no 5 tahun 2004 tersebut tidak menjadi penghalang para pelaku untuk mencari uang haram dari bisnis menjual minuman beralkohol/miras.

Diduga menjamurnya tempat hiburan malam (THM) seperti tempat karaoke atau warung remang-remang yang menjadi alternatif maraknya peredaran miras dan menjadi peluang untuk kegiatan prostitusi terselubung. Ironisnya, keberadaan tempat-tempat tersebut, tanpa pengawasan yang intensif dari instansi yang terkait seperti salah satunya DPRD Tulang Bawang dan tindakan yang tegas dari Pemerintah Daerah setempat.

Salah satu warga Kampung Bujuk Agung, Kecamatan Banjar Margo yang enggan untuk disebutkan identitas namanya, kepada suaraindependet.com, mengatakan bahwa tempat-tempat tersebut masih beroperasi seperti biasanya selama bulan ramadhan.

"Saya tidak tahu kalau memang sudah ada surat edaran dari Bupati untuk penutupan tempat hiburan malam selama bulan ramadhan ini pak, tapi setahu saya tempat tersebut masih tetap saja buka selama ini, walaupun saya nggak pernah masuk, tapi kalau saya lewat di siang hari apalagi malam hari, banyak bener perempuan berpakaian seksi yang nongkrong didepan warung pengkolan itu," ungkapnya.

(Tim-007/Red)


Tidak ada komentar

KOMENTAR PEMBACA:

Pembaca SUARA INDEPENDENT dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.