Header Ads

Prajurit Yonkav 8 Kostrad Mengukir Prestasi Orienteering di Malaysia


INDEPENDENT | World Ranking Event "My - O Malaysia Orienteering Championship" resmi di tutup. Even yang bergulir sejak tanggal 11 Mei ditutup dengan kelas terbuka ( o'clinic ) yang dibawakan oleh Mr. Zoran ( International Orienteering Federation ).

Even kali ini cukup menyedot animo pemain orienteering dari beberapa negara, diantaranya Jerman, Hongkong, Switzerland, Jepang, China Taipei, Macau, Australia, Korea Selata, dll. Total seluruh atlet berjumlah kurang lebih 300 atlet putra maupun putri.

Salah satu anggota Yonkav 8 Kostrad yang tergabung dalam tim Indonesia berhasil meraih medali 4th place dalam middle distance orienteering. Pemain dari Yonkav 8 Kostrad yang sebelumnya meraih juara pada kejuaraan orienteering stapala di Tegal kembali meraih medali dalam event ini.

Prajurit TNI AD yang turut serta pada kejuaraan kali ini berjumlah 7 orang, 5 diantaranya berhasil menyumbangkan medali untuk tim Indonesia.

"Alhamdulillah, masih bisa bicara di even yang kelasnya sudah International, tapi belum maksimal persiapannya masih kurang," ujar salah satu atlet yang ikut serta. Hasil ini menjadi pertimbangan tersendiri nantinya untuk kejuaraan selanjutnya yang akan berlangsung di Negara Latvia.

Batalyon Kavaleri 8 Kostrad merasa bangga memiliki atlet orienteering yang sangat jarang dimiliki Batalyon lain. Komandan Batalyon sendiri berharap dapat memunculkan cikal bakal atlet orienteering dari Yonkav 8 Kostrad karena pada dasarnya orienteering merupakan olahraga yang lahir dari prajurit TNI. Mudah - mudahan kedepannya orienteering makin diminati dan makin banyak even di Indonesia sendiri.

(Hadi / Penkostrad)

Tidak ada komentar

KOMENTAR PEMBACA:

Pembaca SUARA INDEPENDENT dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.