Header Ads

Pengusaha Rental Mobil Menjerit, Plt Bupati Lampung Utara Tunggak Uang Sewa Mobil


INDEPENDENT | Inilah kabar terkini dari Lampura. Seorang pengusaha rental mobil yang sedang hamil tua di Kota Bumi berinisial Pt (40) mengaku kecewa berat dengan Plt Bupati Lampung Utara Sri Widodo. Pasalnya, sejumlah tagihan rental yang disewanya pembayarannya macet.

Akibat tak kunjung dapat pembayaran dari konsumenya yang di rental oleh pejabat orang No 1 di Lampura ini, PT (40 tahun) harus kewalahan menghadapi sejumlah cicilan terhadap mobil yang disewa Plt Bupati Lampura.

"Sedih saya, kita mau marah lagi puasa," keluhnya, saat dihubungi via mobile-nya.(28/8/2018).

Wajar Pt (40) "menjerit" akibat Plt Bupati belum membayar tagihan rentalnya. Sementara dia dikejar-kejar leasing oleh karena kewajibanya belum dapat membayar kriditanya.

"Sudah hampir lebih kurang 7 bulan, keterlambatannya membayar. Menurut Pt (40) dirinya menunggu pembayaran uang rental lebih kurang sekitar Rp 50 jt dari Sri Widodo yang dijanjikan satu minggu dari puasa," ujarnya .

Setahun lebih mobil saya, kata Pt (40), dirental olehnya, sebelum Sri Widodo menjabat Plt Bupati. Transaksi Rental Mobil ini, diawali dari saudara YUSNANTO Salah Satu orang terdekat Sri Widodo," beber pt (40).

Masih dengannya yang lebih miris lagi, imbuh Pt, mobil saya sampai digadaikan sana sini, saya pun mengambilnya sudah sedikit memaksa, mobil pun saat itu dalam keadaan rusak, saya bawa ke bengkel hampir habis uang Rp 10 Jt, total uang rental beserta dandan mobil sekitar Rp 60 juta. Dulu katanya Sri Widodo yang akan tanggung jawab, maka sayapun percaya," ucapnya lirih menahan kecewa.

"Saya berharap dengan Sri Widodo segera dapat membayar uang sewa mobil saya yang nilainya sekitar Rp 60 jt, karena saat ini saya dikejar-kejar leasing. Jika pun tidak dibayarnya dalam waktu dekat ini karena saya sudah muak dengan janji tentunya Sri Widodo lebih tau toh konsukuensinya," tegas pt.

Jurnalis : Danank Alkatiri

Tidak ada komentar

KOMENTAR PEMBACA:

Pembaca SUARA INDEPENDENT dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.