Header Ads

Pengguna Narkoba Diamankan, Hasil Pengembangan Petugas Temukan Belasan Peluru Tajam


INDEPENDENT | Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tanggamus berhasil mengamankan seorang pengguna Narkoba di Pekon Way Jaha Kecamatan Pugung Kabupaten Tanggamus, Senin (14/5) siang. Namun hasil pengembangan di rumah tersebut ditemukan belasan peluru tajam.

Puluhan butir amunisi terdiri dari 15 butir peluru tajam kaliber 5,56 dan 2 butir peluru tajam kaliber 7,62. Selaian itu ditemukan 1 butir peluru karet kaliber 7,62 dan 3 butir slongsong peluru kaliber 5,56.

Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma, SIK. M.Si didampingi Kasat Resnarkoba Iptu Anton Saputra, SH. MH mengatakan, pelaku berhasil ditangkap berinisial DN (27) warga Desa Negeri Payungan Kecamatan Pubian Kabupaten Lampung Tengah.

"Pelaku DN diamankan, saat berada dirumah seorang pelaku yang melarikan diri berinisial YO (23) warga Pekon Way Jaha Kecamatan Pugung," kata AKBP I Made Rasma.

Sambungnya, hasil pengembangan dirumah YO, untuk barang bukti Narkoba sendiri ditemukan 3 plastik klip berisi sabu, 2 plastik klip sisa pakai, 2 korek api gas, 1 skop, 1 potongan sedotan, 1 alat hisap sabu/bong, 1 tas hitam merk puma dan 1 kotak rokok.

"Saat ini pelaku diamankan di Polres Tanggamus guna penyidikan lebih lanjut, untuk YO diduga pemilik belasan peluru masih dilakukan pengejaran Satresnarkoba dibackup tim khusus Black Dolphin," tegasnya.

Ditambahkan Kasatresnarkoba Iptu Anton Saputra, keberhasilan tersebut berdasarkan informasi masyarakat adanya penyalahgunaan Narkoba di Pekon setempat. "Setelah penyelidikan benar dan dilakukan penggrebegan namun sayangnya pemilik rumah melarikan diri diduga melewati jendela," tandas Iptu Anton Saputra. (Rendi Ronaldo/Azhimi)

Tidak ada komentar

KOMENTAR PEMBACA:

Pembaca SUARA INDEPENDENT dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.