Header Ads

Pelawak Gogon Meninggal Usai Manggung di Lampung Utara


INDEPENDENT | Ajang kampanye Pilkada Bupati Lampung Utara, nampaknya jadi persinggahan terakhir proses berkesenian pelawak bertalenta komplet, Margono atau yang lebih dikenal dengan nama Gogon Srimulat, Senin (14/5) kemarin.

Gogon (58) tampil bersama rekan-rekan sepanggungnya antara lain Doyok, Kadir, Ali Nurdin dan Didi Kempot, tepatnya di Kotabumi, Lampung Utara.

Dikabarkan karena kecapean, pelawak dengan ciri khas rambut jambul tersebut, langsung diserang sesak nafas.

”Karuan saja, kami sempat kelabakan. Makanya, Mas Gogon buru-buru kami bawa ke RSU Kotabumi. Sayang, nyawannya tak tertolong, persis pukul 05.00 WIB,” kata Didi Kempot hari ini, Selasa (15/5).

Sedangkan Doyok dan Kadir, mengatakan usai tampil di panggung kampanye, beberapa jam kemudian langsung pulang ke Jakarta.

Menurut keduanya, datang ke Kotabumi, Lampung Utara memang tak berbarengan. Gogon jalan bareng dengan Didi Kempot naik pesawat.

“Kami berduka dan sungguh tak menyangka, kalau Gogon secepatnya itu meninggal. Banyak kenangan saat tampil sepanggung, sejak siang sampai malam,” ucap Kadir yang didukung pernyataan Doyok.

Di mata para pelawak, Gogon tak memiliki penyakit serius. Hanya saja jika kecapean sering sekali mengalami sesak nafas. Hal itupun sering dikeluhkan dirinya, apabila terlalu energik di panggung. Selepas itu harus banyak istirahat dulu.

Sementara itu menurut informasi rekan pelawak Prapto Pempek, jenazah Gogon saat ini sedang dibawa ke rumah duka Desa Bukur Ireng Pengging, Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah.

Rencananya, pihak keluarga akan memakamkan di TPU setempat, pada Rabu (16/5) pukul 11.00 WIB. (Agus/PBK)


Tidak ada komentar

KOMENTAR PEMBACA:

Pembaca SUARA INDEPENDENT dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.