Header Ads

Mustofa Nahrawardaya Bantah Dipecat PP Muhammadiyah


INDEPENDENT | Relawan Gerakan #2019GantiPresiden Mustofa Nahrawardaya membantah isu yang menyebutkan dirinya dipecat dari kepengurusan PP Muhammadiyah akibat aktifitas kampanye #2019GantiPresiden di arena car free day (CFD), Minggu, 29 April, 2018.

Saat dikonfirmasi soal kabar pemecatannya, Mustofa mengatakan, paska peristiwa di CFD, pekan lalu, muncul isu melalui broadcast yang menyatakan dirinya dipecat dari PP Muhammadiyah. Dalam pesan berantai itu disebutkan, Muhammadiyah mendapat tekanan dari Istana untuk segera memecat Mustofa.

Mustofa menegaskan, isu itu tidak benar. "Kalau ada isu Muhammadiyah memecat saya karena ada tekanan dari pemerintah, itu tidak benar," tegas Mustofa saat ditemui di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (5/5/2018).

Untuk menegaskan bahwa kabar pemecatan dirinya adalah kabar bohong, Mustofa mengatakan hingga saat ini tidak ada bukti tertulis tentang pemecatan dirinya dari PP Muhammadiyah.

Lebih lanjut, Mustofa menambahkan, pergantian kepengurusan di PP Muhammadiyah hanya bisa dilakukan saat Muktamar yang digelar tiap Lima tahun sekali.

"Dalam aturan kami, mengganti personel itu dilakukan saat Muktamar. Muktamar baru akan dilakukan 2020, setelah Pemilu," ucap Mustofa.

Mustofa menduga, pesan berantai berisi pemecatannya merupakan bagian dari upaya penggembosan gerakan #2019GantiPresiden.

"Saya menduga itu upaya menakut-nakuti orang lain agar tidak kritis terhadap pemerintah. Minimal tidak ikut gerakan #2019GantiPresiden," ucap Mustofa. (Sumber: Sindo)



Tidak ada komentar

KOMENTAR PEMBACA:

Pembaca SUARA INDEPENDENT dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.