Header Ads

Muslimah Bercadar Mengalami Ketidaknyamanan Paska Teror, Ini Seruan untuk Polisi dan Media


INDEPENDENT | Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiah, badan otonom organisasi PP Muhammadiyah, Diah Puspitarini menyatakan bahwa perilaku menurunkan wanita bercadar di dalam kendaraan umum adalah berlebihan.

“Setelah kejadian ini, kami melihat beberapa kejadian yang dialami oleh perempuan yang bercadar mengalami ketidaknyamanan di fasilitas umum," katanya.

Menurutnya, alangkah baiknya jika tidak berlaku demikian agar terhindar dari saling curiga dan merasa lebih baik daripada yang bercadar.

“Kita tidak mengklaim bahwa teror ini adalah teror agama karena yang namanya terorisme atas dasar nama agama apa pun tetaplah salah," imbuhnya.

Maka dari itu yang terpenting jangan sampai saling curiga mencurigai. Dan jangan pula saling merasa diri lebih baik,” ia menambahkan.

Dia pun juga mengingatkan kepada selain masyarakat umum, yakni aparat keamanan dan media agar tidak terlalu berlebihan menyoal cadar tersebut.

“Sehingga yang terjadi saat ini masyarakat sudah memulai khawatir, baik yang memakai cadar ataupun anak-anak sudah merasa risih juga ketika media ataupun, kami mohon maaf, aparat yang terlalu berlebihan saya kira sehingga anak-anak ini merasa ketakutan,” katanya lagi. (Robi/voa-islam. com)




Tidak ada komentar

KOMENTAR PEMBACA:

Pembaca SUARA INDEPENDENT dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.