Header Ads

MPR Kritik Bendera Teroris Israel Berkibar di Papua


INDEPENDENT | Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nur Wahid mengkritik  aksi sejumlah warga Papua membawa bendera Israel dalam sebuah konvoi.

Aksi yang terekam dalam sebuah video viral di media sosial, menurut HNW bertentangan dengan semangat masyarakat Internasional yang mengutuk aksi terorisme Israel terhadap Palestina.

"Dunia Internasional kecam Israel yang menteror warga Palestina (dengan bunuh lagi puluhan dan lukai ratusan). Eh di Papua, sebagian WNI malah konvoi kibarkan bendera teroris Israel," kata Hidayat melalui akunnya @hnurwahid,  Kamis (17/5/2018).

Apalagi, kondisi di Indonesia sedang marak aksi terorisme, aksi mengibarkan bendera Israel tidak pantas dilakukan.

"Polisi kita sedang jadi target teroris, mestinya laku kibarkan bendera teroris Israel harusnya tak dibiarkan," tandas Politisi PKS tersebut.

Sementara Kapolda Papua Paulus Waterpauw mengatakan pawai masyarakat Papua yang membawa bendera Israel hanya karena rasa keagungan masyarakat terhadap bani Israel. Pawai tersebut dilakukan oleh sekelompok kecil umat gereja pada Sabtu (14/5) di tanah Abepura, Jayapura, Papua.

"Jadi itu kelompok gereja yang memang ada sedikit perbedaan aliran dengan adat budaya dan tradisi," ujarnya menjelaskan peristiwa pawai masyarakatnya dengan bendera Zionis Israel kepada Republika saat dihubungi, Senin (16/5).

Seperti diketahui, Video berdurasi 1 menit 1 detik tersebut viral di media sosial dan aplikasi percakapan Whatsapp. Di dalam video nampak sejumlah kendaraan melintas.

Sebagian besar orang di dalam kendaraan itu mengibarkan bendera Israel. Dalam keterangan yang menyertai video itu, hal itu terjadi di Jayapura. (Sumber: bilal/Republika/R)

Tidak ada komentar

KOMENTAR PEMBACA:

Pembaca SUARA INDEPENDENT dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.