Header Ads

Kinerja Pemkab Lampura Kian Terpuruk, Layanan Publik Nyaris Lumpuh


INDEPENDENT | Buruknya kinerja pemerintahan Kabupaten Lampung Utara makin hari kian terpuruk. Bahkan roda pelayanan publik nyaris lumpuh tolal. Hal tersebut mendapat kecaman dari berbagai kalangan masyarakat.

Mereka menilai belum ada tanda-tanda perbaikan terkait layanan publik yang menyangkut harkat hidup rakyat Lampung Utara.

Ketua Komite Pemantau legislatif daerah Lampung Utara Dedi Hataf dengan tegas menilai pemerintahan Lampung Utara dilihat dari aktifitasnya bisa disebut lumpuh total.

"Bagaimana masyarakat bisa menerima pelayanan dengan baik, kalau pemerintahan Pemkab sepi dan beberapa SKPD yang ada di luar Pemkab tidak berjalan sebagaimana mestinya," pungkasnya, kepada Suara Independent hari ini. (17/5).

Belum lama ini sudah dilakukan rolling, namun kenyataannya justru memperdalam perbedaan para petinggi di Lampura. Bahkan dikalangan tokoh masyarakat Lampura sendiri perombakan itu dinilai tak menyelesaikan masalah utama yang tengah dihadapi Pemkab Lampura.

Untuk itu Dedi Hataf mendesak Pejabat Pemrov Lampung atau bila perlu dari pusat Jakarta agar melakukan sidak di Pemkab Lampura.

"Pejabat yang  berwenang bisa sidak ke  dinas masing-masing. Kalau begini terus, itu menunjukkan ketidak tegasan pejabat daerah pemkab Lampung Utara," katanya.

Menanggapi kinerja pemerintahan Pemkab Lampura yang kian terpuruk, Johan Aryadi salah satu politikus Lampura sangat menyayangkan hal tersebut terjadi ditengah kompetisi yang sehat di era milenial saat ini. 

"Kinerja semacam ini tak perlu dipelihara. Potret ini merupakan gambaran buruknya pemerintahan ini. Peribahasanya, namanya ibu kencing berdiri, anak kencing berlari. Gimana anaknya gak kabur kalau induknya jarang di tempat," pungkas Johon Aryadi.

Jurnalis : Juaini Adami
Editor   : Niki Putune Sinten

Tidak ada komentar

KOMENTAR PEMBACA:

Pembaca SUARA INDEPENDENT dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.