Header Ads

Kerusuhan Nyaris Terjadi di Rutan Kelas 2B Kota Bumi


INDEPENDENT | Pada hari Kamis, tgl 10 Mei 2918 hampir terjadi keributan terhadap Warga Binaan di rutan kelas 2B Kota Bumi, Lampung Utara atas nama Nawawi bin saleh dan Yandi membawa sebuah sajam sejenis golok ukuran kira-kira  20 cm yang ironisnya  keduanya tidak di proses atau di beri sanksi apapun.

Menurut sumber A1 media ini, keadaan rutan saat itu sempat mencekam. Ketika hal tersebut ingin dikonfirmasi kepada Kepala Rutan Sony yang bersangkutan sudah 15 menit lebih dulu meninggalkan ruang kerjanya, sebelum crew media sampai di kantornya.

KPR - Kepala satuan pengamanan rutan kelas 2b Gusvendera Feri Ambogo menjelaskan peristiwa ini sudah diredam oleh petugas lapas dan keduanya telah dipanggil guna BAP dan di mediasi agar tidak menyulut perkelahian di dalam Lapas.

Kemudian setelah melakukan negosiasi oleh keduanya, di hadapan petugas Lapas kedua Napi ini telah menanda tangani perdamaian. Itulah solusi yang ditawarkan para petugas, saat itu. Sejak saat itu petugas minta keduanya tidak membuat keributan di dalam rutan.

Ketika ditanya darimana asal muasal adanya sajam dalam Lapas yang kemudian beredar di WA messenger, petugas membantah hal tersebut. Pasalnya, tidak ada saksi yang melihatnya. Namun hal ini tidak membantah WA yang beredar adanya sajam yang dilihat oleh para napi lain.

Sementara terkait informasi terjadinya jual beli kamar hunian di rumah tahanan kelas 2 b dibantah oleh Kepala satuan pengamanan rutan kelas 2b Gusvendera Feri Ambogo.

"Itu tidak benar, karena disini semua napi di perlakukan sama, termasuk fasilitas yang diberikan juga sama. Tak ada yang diistimewakan," katanya.

Sedangkan yang menyangkut razia rutin yang dilakukan pihak rutan dia menyebutkan bahwa razia ada dua prosedur yang dilakukan selama ini, baik yang dilakukan oleh kepala rutan maupun dari petugas jaga. Dan semuanya memiliki SOP tersendiri.

"Bapak ka rutan memiliki jadwal dan agenda tersendiri yang dipimpin ka rutan bersama gabungan, begitu juga dibagian pengamanan. Kami memiliki standar sendiri untuk melakukan razia. Dan razia yang selama ini kami lakukan sudah cukup baik ya, karena yang pertama hasil razia tersebut dalam keadaan aman dan kondusif," jelasnya.

Untuk menghindari keributan dan kerusuhan, sebelum razia pihaknya mengaku senantiasa berkordinasi dengan petugas keamanan yang ada.

"Alhamdulillah, selama ini kami berhasil. Beberapa kali upaya penyeludupan dari luar kita gagalkan, baik itu narkoba atau sejenisnya. Oleh karena itu, pada saat hari pemasyarakatan baru -baru ini ada 6 pegawai menerima penghargaan dari bapak kepala kantor wilayah atas upaya kita mencegah narkoba masuk ke dalam rutan," katanya.

Jurnalis : Juaini Adami



Tidak ada komentar

KOMENTAR PEMBACA:

Pembaca SUARA INDEPENDENT dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.