Header Ads

Kabar Plt Bupati Lampura Dicopot Membuat Sejumlah Pengusaha Galau


INDEPENDENT | Beredar isu di Medsos, masyarakat dan beberapa Media ternama seperti Kompas dan TilasNews yang menyebutkan bahwa Plt.Bupati Kabupaten Lampung Utara, Sri Widodo di Lengserkan dari Jabatannya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Orang Nomor Satu di Pemerintahan Kabupaten setempat, oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri)  Tjahjo Kumolo, pada Hari Kamis (24/5) Kemarin.

Diketahui bahwa, isu ini mulai santer beredar di Medsos Face Book dan Masyarakat Kab.Lampura, pada Hari Kamis Sore. Namun sampai berita ini di turunkan belum ada klarifikasi dari Pihak Pemkab Lampura yang dapat di mintai Keterangannya, baik Sekda maupun Pejabat Pemkab lainnya, terkait Hal ini.

Dan Isu ini mulai terbukti dengan tidak hadirnya Plt.Bupati, Sri Widodo pada Paripurna Istimewa Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pergantian Antar Waktu (PAW) Anggota dan Wakil Ketua.II DPRD yang di gelar di Gedung DPRD setempat pada, Jum,at (25/5).

Dalam kegiatan Paripurna Istimewa tersebut, tampak Sekda, Samsir yang mewakili Plt.Bupati, Sri Widodo dalam kegiatan tersebut, dan pada saat menyampaikan Pidato Sambutan dari Pihak Pemkab. Lampura, yang di sampaikan oleh Sekda mengatakan, "Maaf, saya mewakili Plt.Bupati, Sri Widodo yang mana beliau tidak dapat hadir, karena ada Tugas luar yang tidak dapat di tinggalkan", ucap Sekda.

Dengan Ketidak hadiran beliau (Plt.Bupati-red) menjadi tanda tanya sebagian Pejabat dan Awak Media yang hadir pada Kegiatan di DPRD tersebut, dan terbukti bahwa Isu yang beredar, terkait Pencopotan Jabatan beliau, tampak ada sedikit titik terang.

Hal ini juga di perkuat oleh pernyataan dari salah satu Nara Sumber, yang enggan Identitasnya disebutkan mengatakan bahwa, pencopotan jabatan Plt.Bupati, Sri Widodo oleh Kemendagri, Tjahjo Kumolo adalah benar adanya.

"Kita tunggu saja sampai hari Senin nanti, apakah beliau akan hadir di Pemkab Lampura, dan akan mengadakan Konfrensi Pers, terkait Isu Pencopotan Jabatannya, atau beliau (Plt.Bupati-red) tidak akan kembali lagi ke Kabupaten Lampura ini," ungkap Sumber tersebut.

Diketahui bahwa sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, telah memperingatkan Pelaksana Tugas (Plt) ataupun Penjabat Kepala Daerah (Pjs) untuk mematuhi Larangan, Penggantian Pejabat saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018, dalam Surat Edaran (SE) Kemendagri Nomor : 821/970/SJ. yang dikeluarkan pada Tanggal (12, Februari, 2018).

Dan Pelanggaran tersebut bisa berimplikasi terhadap Pencopotan Jabatan sebagai Plt ataupun Pjs, dimana Salah satu di antaranya, ditujukan oleh Kemendagri dan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Nomor : R-758/KASN/4/2018. Atas Pelanggaran Merit Sistem, di lingkungan Pemkab Lampura,

Kepada Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Utara, Sri Widodo beberapa Waktu yang lalu, pada saat Plt.Bupati, Sri Widodo melakukan Rolling Jabatan di Tubuh ASN Pemkab Lampura pada tanggal (21, Maret, 2018) yang lalu.

Dalam hal ini masyarakat khususnya, hanya berharap sosok pemimpin yang terbaik yang dapat menegakkan Peraturan secara benar dan baik di Kabupaten Lampura, serta dapat memberikan Kenyamanan di tengah-tengah masyarakat, sehingga dapat menjalankan Roda Pemerintahan secara normal tanpa adanya tekanan dari Pihak Manapun, dalam situasi dan berbagai Isu.

Gejolak yang menerpa di Kabupaten Lampura ini, ternyata berimbas pula pada kegalauan sejumlah pengusaha di Lampura dan para pemilik modal yang kadung kena PHP.

Sementara, dari informasi yang beredar, pada hari Senin mendatang juga akan digelar aksi akbar yang menuntut adanya pembersihan rezim Plt saat ini.

Jurnalis: Juaini Adami


Tidak ada komentar

KOMENTAR PEMBACA:

Pembaca SUARA INDEPENDENT dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.