Header Ads

Inspektorat Lampura akan Dalami Penemuan Dugaan Pungli Uang Setoran TKS Dishub


INDEPENDENT | Heboh di Lampung Utara terkait setoran Petugas TKS Dishub di terminal pasar dekon sebesar 75rb sehari yang harus di keluarkan  para petugas TKS terminal pasar dekon Kota Bumi terus menjadi perhatian publik.

Sebelumnya, ihwal ini telah membuat kadis perhubungan Basirun Ali geram saat di konpermasi wartawan Lampung Daily di ruang kerjanya kemarin (25/05/2018.

Dengan lantangnya Basirun bilang akan mengeluarkan IZAL, anak TKS retribusi pasar dekon. Basirun pun bilang dan menantang agar LSM atau wartawan menulisnya besar-besar.

"Ya karena kamu bukan level saya," kata Basirun dengan lantang salah tingkah.

Dengan ketidak jelasan alur administrasi setoran pasar dekon yang di duga perhari 75 rb, sedangkan karcis tidak ada ditengarai laporan keuangan ini menguap.

Menanggapi hal ini, Kepala inspektorat Manconderi akan mempelajari hal tersebut. Dan apabila ada penemuan akan di tindak lanjuti permasalahan kasus tersebut, sedangkan menyangkut ucapan yang akan mengeluarkan Izal mancodri dengan tegas ia menyebutkan bahwa tidak semudah itu mengeluarkan orang ini pemerintahan ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kadis Perhubungan Lampung Utara Basirun Ali mengaku belum tahu terkait adanya setoran wajib yang harus dibayar Petugas TKS Dishub ke Dinas Perhubungan Lampura. Padahal, masalah ini telah menjadi keluhan bagi para karyawan dan petugas TKS di Lampura.

Hasil investigasi media, Petugas TKS Dishub mengeluh, khususnya di terminal pasar dekon, pasalnya petugas kuli kasar tersebut harus mengeluarkan kocek sebesar 75 ribu perhari, sedangkan karcis tidak di keluarkan pihak dishub.

Menurut sumber yang enggan di sebutkan namanya,  setoran 75 ribu tersebut masuk ke PAD (pendapatan asli daerah) sedangkan sekarang sudah mulai bertambah lagi petugas TKS yang selama ini satu sip sudah menjadi dua sip.

"Ya, kami meminta kepada pemerintah daerah untuk meninjau kembali setoran kewajiban tersebut, karena kami punya anak istri yang harus kami nafkahi juga," ujar sumber tersebut.

Ketika hal ini di konfirmasikan ke Kadis, Basirun mengaku belum tahu. Sebaliknya, dia malah minta wartawan untuk lapor ke polisi jika ada ditemui bukti dilapangan. "Penjarakan saja kalau ada bukti," ujarnya saat ditemui diruang kerjanya, hari ini. (25/5).

Meski demikian, Basirun akan mempelajari ihwal adanya dugaan pungli itu. Pada satu sisi jelas adanya setoran sejumlah dana, namun pihak dishub tidak mengeluarkan karcis. Lalu kemana larinya dana tersebut?

Ketika hal ini ditanyakan ke Kadis, dia malah mengalihkan perbincangan yang lain. Padahal ini alur dana kalau memang disetorkan ke PAD harus jelas dan harus ada karcis.

Jurnalis : Juaini Adami / Danank

Tidak ada komentar

KOMENTAR PEMBACA:

Pembaca SUARA INDEPENDENT dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.