Header Ads

Alokasi Dana Desa Suka Maju Fokus Pembangunan Kampung



INDEPENDENT | Pemerintah Kampung Suka Maju, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang, pada tahun 2018 ini mendapatkan Kucuran Dana sebesar Rp.1.267.240.675,- Yang mana dana tersebut berasal dari Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD).

Adapun Jumlah Dana yang berasal dari APBN atau yang sering di kenal dengan Dana Desa (DD/DK) yaitu Rp.734.178175,-
Dan Jumlah Dana yang bersumber dari APBD atau Alokasi Dana Desa (ADD/ADK) Rp.525.040.000,- serta di tambah dengan Pendapatan Bantuan Provinsi Rp.6.000.000,- Dan lain-lain Pendapatan asli kampung yang sah(PAK) Rp.2.022.500,-.

Mengingat tujuan di kucurkannya Dana Tersebut tak lain untuk Meningkatkan kemajuan salah satunya dari segi perekonomian maupun Infrastruktur yang ada di wilayah itu sendiri. Hal tersebut merujuk kepada Substansi dari Undang - Undang Desa/Kampung No 6/2014 untuk memberikan otonomi yang lebih besar kepada Desa/Kampung supaya dapat menjadi mandiri.

Oleh karenanya, melalui Hasil kesepakatan bersama melalui rencana pengelolaan DK maupun ADK yang di sesuaikan dengan APBKam  di tahun 2018 Kampung Suka Maju, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang sangat optimis akan memanfaatkan dana tersebut untuk meningkatkan fasilitas Infrastruktur dan menambah beberapa Aset Kampung serta akan memberikan pemberdayaan kepada masyarakat, demi terwujudnya kemakmuran dan kesejahteraan bagi Masyarakat Suka Maju.

Kepala Kampung Setempat, Muhamad Yusuf kepada Suaraindependent.com, Jum'at (28/05/2018) memaparkan beberapa bidang yang akan di realisasikan melalui keseluruhan Anggaran pada tahun 2018 ini, diantaranya.

"Bidang I, atau Bidang Penyelenggaraan Pemerintahan Kampung dianggarkan sebesar Rp.498.860.000,- , Dimana Anggarananya bersumber dana dari (DD, ADK dan PAD). Dibidang ini, rencana akan dialokasikan untuk Pembayaran Penghasilan Tetap dan Tunjangan Rp.275.040.000,- (ADK), Kegiatan Operasional Kantor Kampung Rp.102.050.000,- (DD, ADK dan Prov), Kegiatan Operasional Badan Permusyawaratan Kampung Rp.10.000.000,- (DD), Honor Tim Pelaksana Teknis Pengelolaan Keuangan Desa (PTPKD) Rp.46.200.000,- (DD), Kegiatan Penyusunan Peraturan Pemerintah Kampung Rp.21.390.000,- (DD), Kegiatan Pemeliharaan Kantor Kampung Rp.3.050.000,- (DD), Kegiatan Pengelolaan Teknologi Informasi dan Komunikasi Kampung (TIK) Rp.15.180.000,- (DD), dan Kegiatan operasional ambulance Kampung Rp.25.950.000,- (DK).

Untuk Bidang II, yaitu Bidang Pelaksanaan Pembangunan Kampung dianggarkan sebesar Rp.558.537.875,- yang bersumber dana dari (DD dan ADK), dan dibidang ini rencana akan dialokasikan untuk beberapa kegiatan pembangunan yang diantaranya yaitu, Kegiatan Pembangunan, Pemeliharaan Saluran Drainase, dengan anggaran sebesar Rp.70.653.000,- (DD), Kegiatan pembangunan gorong-gorong sebanyak 5 unit dengan ukuran (6 x 0,8 x 0,6 M), Rp.59.343.750,- (DD), Kegiatan pembangunan 1 unit jembatan beton, dengan volume 5 M 4 x 3 M, Rp.69.998.500,- (DD), Kegiatan pembangunan jembatan Kampung beton dengan ukuran 5M 1,5 x 3 M Rp.59.276.175,- (DD), Kegiatan pengadaan Mobil Ambulance Kampung Rp.200.000.000,- (ADK), Kegiatan Pembangunan Sarana dan Prasarana olahraga Rp.97.766.450,- (DD), Kegiatan pengadaan buku/bahan bacaan Rp.1.500.000,- (DD).

Selain itu, Adapun Bidang III, atau Bidang Pembinaan Kemasyarakatan dianggarkan sebesar Rp.85.257.000,- yang bersumber dana dari (DD dan PAD). Dibidang ini rencana akan dialokasikan untuk beberap kegiatan pembinaan yang diantaranya yaitu, untuk Kegiatan Pembinaan Ketentraman, Keamanan dan Ketertiban di Kampung (LINMAS FKPM) Rp.38.000.000,- (DD), Kegiatan Pelestarian dan Pengembangan Gotong Royong Masyarakat Kampung Rp.3.750.000,- (DD), Kegiatan Pembinaan Karang Taruna Rp.7.007.000,- (DD), Kegiatan Pembinaan Kesenian Tradisional Rp.3.750.000,- (DD), Kegiatan Pembinaan LPMK Rp.10.400.000,- (DD), Kegiatan Pembinaan PKK Rp.10.950.000,- (DD) dan Kegiatan Pembinaan/Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu Rp.11.400.000,- (DD).

Dan yang terakhir adapun Bidang IV, yang disebut Bidang Pemberdayaan Masyarakat dianggarkan sebesar Rp.124.585.800,- yang bersumber dana dari Dana Desa (DD). Di bidang ini rencana akan dialokasikan untuk Bantuan insentif guru taman belajar keagamaan Rp.47.800.000,- (DD), Bantuan pemberdayaan bidang olahraga Rp.9.008.000,- (DD), Pelatihan penyusunan RKPKam dan RAPBKam Rp.3.000.000,- (DD), Kegiatan pengembangan bantuan hukum dan paralegal Kampung Rp.3.000.000,- (DD), Kegiatan pengembangan sistem administrasi keuangan dan aset Kampung berbasis data digital/SISKEUDES Rp.3.000.000,- (DD).

Kegiatan penyusunan profil Kampung/data Kampung Rp.5.950.000,- (DD), Kegiatan pelatihan BPK Rp.3.000.000,- (DD), Pembenahan ikan air tawar Rp.17.977.800,- (DD), Pembibitan tanaman keras Rp.20.560.000,- (DD), Pengembangan dan pemanfaatan Teknologi Tepat Guna (TTG) Rp.3.000.000,- (DD), Kegiatan perawatan kesehatan untuk Ibu hamil dan menyusui Rp.5.290.000,- (DD), dan Pelatihan pengelolaan sistem keuangan Kampung Rp.3.000.000,- (DD)," Paparnya Yusuf.

Dikatakannya, Perencanaan dan Kegiatan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) ditahun anggaran 2018 ini, untuk pencairan tahap pertama Dana Desa (DD) di tahun 2018 ini cair sebesar 20% yaitu Rp146.835.635,- , dan di tahap pertama tersebut akan dialokasikan untuk beberapa bidang yang diantaranya, untuk Bidang Penyelenggara Pemerintahan Kampung dianggarkan sebesar Rp.86.307.800,- (DD). Di Bidang ini akan dialokasikan untuk beberapa kegiatan yang diantaranya, untuk kegiatan operasional Kantor Kampung Rp.35.687.800,- , kegiatan penyusunan peraturan Pemerintahan Kampung Rp.21.390.000,- , kegiatan pemeliharaan Kantor Kampung Rp.3.050.000,- , kegiatan pengelolaan Teknologi Informasi dan Komunikasi Kampung Rp.6.930.000,- dan Honor Tim PTPKD Rp.19.250.000,-.



Lebih jauh yusuf menjelaskan, Untuk Bidang Pembinaan Kemasyarakatan, di tahap pertama ini dianggarkan sebesar Rp.30.719.835,- (DD/PAD), dan akan dialokasikan untuk beberapa kegiatan yang diantaranya, untuk kegiatan pembinaan ketentraman, keamanan dan ketertiban di Kampung (LINMAS) Rp.12.500.000,- , kegiatan pelestarian dan pengembangan gotong royong Masyarakat Kampung Rp.1.500.000,- , kegiatan pembinaan Karang Taruna Rp.2.792.335,- , kegiatan pembinaan LPMK Rp.4.800.000,- , kegiatan pembinaan PKK Rp.5.350.000,- , dan kegiatan pembinaan/peningkatan kapasitas Kader Posyandu Rp.3.777.500,-.

"Adapun Bidang Pemberdayaan Masyarakat, di tahap pertama ini dianggarkan sebesar Rp.29.808.000,- (DD), dan dibidang ini dialokasikan untuk bantuan insentif Guru taman belajar keagamaan Rp.15.800.000,- , bantuan pemberdayaan bidang olahraga Rp.9.008.000,- ,dan untuk kegiatan perawatan kesehatan untuk Ibu hamil dan menyusui Rp.5.000.000,-.," Imbuhnya.

Selain memaparkan rencana pengelolaan Total Anggaran di APBKam tahun 2018 ini, Yusuf pun Berharap Kepada Pemerintah supaya program ini dapat terus berjalan setiap tahunnya.

"Mewakili masyarakat saya berharap program ini dapat berkelanjutan setiap tahunnya karena manfaat dan dampak positifnya sangat di rasakan oleh masyarakat luas dari segi pembangunan maupun pemberdayaan," tutup Yusuf.

(Roby Herliansyah)


Tidak ada komentar

KOMENTAR PEMBACA:

Pembaca SUARA INDEPENDENT dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.