Header Ads

Tentang Cermin; Kebetulan yang Tidak Kebetulan



Oleh Ayid Suyitno PS

DUA bocahku ini, satu lelaki satu perempuan. Yang lelaki kelas 3 SMP; yang perempuan kelas 5 SD. Ini suatu kebetulan yang tidak kebetulan. Saat aku mengajari bocah yang lanang tentang Cermin dan segala turunannya, anak wedokku menyodorkan buku -- yang tentu saja beda dengan yang dipakai kakaknya -- tentang Cermin juga.

"Nih Pa, aku juga belajar soal cermin," kata si wedok.

Aku mengomentari, "Masa' sih?"

Kemudian, aku mengambil buku yang disodorkannya itu. Benar, bukunya juga bicara soal cermin yang antara lain terdiri dari cekung dan cembung berikut kegunaannya.

Sungguh, ini kebetulan, mengingat ada dua tingkatan sekolah dengan materi yang sama di hadapanku. Jadi, tidak sekadar menebak-nebak. Bukan fiksi lah.

Meski sepanjang yang aku ketahui ilmu yang dipelajari di SD, SMP, bahkan SMA ya itu-itu saja. Hanya saja bedanya dalam pengembangan dan pengayaannya. Sesuai levelnya mbo! Termasuk, tingkat kedalamannya seperti soal cermin yang hari ini aku temui.

Aku katakan tidak kebetulan karena para penulis buku pelajaran itu kan tidak ujug-ujug menulis buku dengan sendirinya. Berdasarkan kurikulum. Sudah gitu ada tim penilainya dan lembaganya di DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN. Apakah 'kesamaan' ini memang suatu keharusan? Apakah Presiden dan Mendikbud tau? Hanya Allah yang Tahu!

* Ayid Suyitno PS, Penyair, Wartawan Olahraga.  

Tidak ada komentar

KOMENTAR PEMBACA:

Pembaca SUARA INDEPENDENT dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.