Header Ads

Suami Ditembak Polisi di Depan Anak Balita, Keluarga Antoni Lapor ke Propam


INDEPENDENT | Sungguh malang nasib Siti Nurbaya (20) seorang Ibu rumah tangga yang memiliki dua orang yang masih balita ini harus rela ditinggal suaminya Antoni Bin Tayib (22) yang meninggal dunia akibat ditembak dan diduga dianiaya oleh oknum anggota kepolisian Polres Mesuji saat melakukan penangkapan kepada korban.

Kejadian pada hari minggu (22/04/18), satuan reserse krimninal Polres Mesuji berdasarkan surat laporan Polisi nomor: LP/36-B/II/2018/POLDA LAMPUNG/RES MESUJI/S PKT, Tanggal 16 Pebruari 2018 melakukan penangkapan kepada Antoni Bin. Tayib (korban) yang diduga telah melakukan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan luka berat sebagai mana di maksud dalam Pasal 351 ayat 2 KUHP.

Penangkapan terjadi dirumah kediaman Antoni Bin Tayib (korban) warga Kampung Agung Jaya, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang pada hari minggu (22/04/18) sekitar pukul 12:30 wib.

Siti Nurbaya (20) selaku istri dari Antoni (korban) sebagai saksi mata penangkapan dan penembakan yang dilakukan oleh oknum Polisi Polres Mesuji, berserta keluarga besarnya tidak terima akan tindakan oknum polisi tersebut yang dilakukan terhadap suaminya. Selasa (24/04/18), kepada mesujipost.com dan beberapa awak media, Siti berserta keluarga besarnya mengatakan kronologis penangkapan yang terjadi kepada suaminya tersebut.

" Kejadian pada hari minggu (22/04/18) kurang lebih sekitar pukul 12:30 wib, awalnya datang 2 orang anggota yang mengaku dari kepolisian Polres Mesuji menanyakan rumah Sodir kepada saya, saya pun menjawab tidak tahu rumah Sodir tersebut, ketika suami saya menghampiri, polisi tersebut langsung memukuli suami saya pakai borgol sampai terjatuh terus ditindih dan di injak-injak, lalu polisi menembak kearah tanah 1 kali dan ketika saya pertanyakan ada apa dengan suami saya koq diperlakukan seperti itu kepada polisi, saya malah didorongnya, lalu polisi menembak perut suami saya hingga tak berdaya, dan tak hanya itu, setelah suami saya ditembak, datang lagi 4 orang anggota memakai mobil dan lalu mereka menyeret suami saya dengan menarik kakinya posisi kaki diatas kepala dibawah, saya sangat tidak tega melihatnya, sampai-sampai kedua anak saya apalagi yang masih kecil ini trauma dan nangis terus karena ikut melihat," ungkap Siti sambil menangis.

Selain Siti, adapun Firman selaku paman dari Antoni (korban) mengatakan bahwa dirinya berserta keluarga besar akan melaporkan hal tersebut kepada Polda Lampung dan meminta agar pihaknya bisa memberikan sanksi yang setimpal kepada beberapa oknum polisi yang telah menembak dan diduga menganiaya keponakannya tersebut sampai meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RS. Urip Sumoharjo pada hari Senin (23/04/18).

"Saya sebagai paman dari korban atas nama Antoni Bin Tayib mewakili keluarga besar sangat tidak terima dengan tindakan yang dilakukan oleh oknum anggota polisi tersebut terhadap keponakan saya, apa harus seperti itu kah cara polisi melakukan penangkapan dan menjalankan tugasnya, oleh karena itu, saya dan keluarga besar akan melaporkan hal tersebut ke Propam Polda Lampung dan saya meminta keadilan, kalau memang keponakan saya bersalah, yang silahkan tindak lanjuti sesuai hukum yang berlaku, tapi tidak diperlakukan seperti yang seolah seperti teroris gitu donk". Ungkap Firman.

Diketahui dari surat perintah penangkapan dengan nomor : SP. Kap/19/IV/2018/Reskrim, 6 orang anggota yang diperintahkan untuk melakukan penangkapan tersebut adalah, Iptu A. Acik Wijaya, Bripka Riswandi, Brigpol Meryan Alamsyah, Brigpol Heri Dwi Agus, Brigpol Dedi Riansyah dan Bripda Sigit Wahyudi.

(Niki/Tim Red)


Tidak ada komentar

KOMENTAR PEMBACA:

Pembaca SUARA INDEPENDENT dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.