Header Ads

Soal Sengketa Tanah Jabung, Pemkab Lamtim Gelar Dialog dengan Warga Desa Negara Batin


INDEPENDENT | Terkait dengan konflik sengketa tanah yang terjadi antara warga desa Negara batin Jabung Lampung Timur  dengan PT Austasia stock feed, Pemkab Lamtim mengambil langkah untuk mencari titik temu guna menyelesaikan permasalahan itu.

Hari ini Pemkab Lamtim mengundang perwakilan  warga untuk melakukan sharing dalam pertemuan  yang dilaksanakan  selasa (3/4/2018) dipimpin oleh sekdakab Lampung Timur sahrudin putra,S.Sos.

Tampak hadir dalam rombongan ini, selain sekdakab asisten 1 Bidang pemerintahan dan  kesra Tarmizi suhaimi, Ada kabag kesbang pol dan beberapa staf inti lainnya. Tak ketinggalan Camat Jabung Hendri Gunawan, Kepala Desa Negara Batin Mansur Syah, SE , Perwakilan Masyarakat pemilik Lahan dan Kuasa Hukum  Meriantoni, SH, MH dari LBH Pekat IB.

Dalam Pengarahannya Sekdakab Lamtim SahrudinPutra mengucapkan terima kasih Kepada Warga Negara Batin  yang telah bersedia  hadir memenuhi undangan Pemkab lamtim  dalam rangka  bermusyawarah mencari titik temu  penyelesaian konflik tanah warga dan PT Austasia Stock Feed yang tengah terjadi saat ini.

"Saya atas nama Pemkab mengucapkan terima kasih kepada Warga  Negara Batin," kata Sahrudin.

Mansursyah Kepala Desa Negara Batin menilai ada sedikit kemajuan terkait penyelesaian sengketa tanah yang menimpa warga Negara batin. Oleh karena itu, pihaknya mengapresiasi terkait langkah dan upaya Pemerintah Kabupaten Lampung Timur yang telah memperhatikan persoalan sengketa tanah yang terjadi di Negara batin  dengan mengundang Warga untuk bermusyawarah.

"Musyawarah untuk mufakat tentu baik. Saya atas nama warga membantu untuk menyelesaikan permasalahan ini," Kata Mansyur.

Hingga acara selesai, belum ada pernyataan resmi dari para pihak yang hari ini menggelar pertemuan itu. Namun sejumlah wartawan mengeluhkan bahwa pertemuan yang membahas masalah sengketa warga justru berlangsung tertutup.

Jurnalis : Herwan Toni



Tidak ada komentar

KOMENTAR PEMBACA:

Pembaca SUARA INDEPENDENT dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.