Header Ads

Pemetik Motor Dibekuk Polsek Kembangan


INDEPENDENT | RS alias R bin RS (20) profesinya sebagai pemetik sepeda motor kandas sudah setelah dibekuk tim Reskrim Polsek Kembangan Polres Metro Jakarta Barat lantaran melakukan pencurian sepeda motor milik korban (La Ode Muzral) yang sedang diparkir di depan teras rumahnya di Jalan  Kp. sangrahan RT 004/03 Meruya Utara, Kembangan Jakarta Barat. RS ditangkap di tempat persembunyiannya di Jalan Utama Raya Sumur Bor Cengkareng Jakarta Barat, pada Rabu (18/04) kemarin

Kanit Reskrim AKP Vernal Armando Sambo SIK mengungkapkan, penangkapan terhadap tersangka RS berdasarkan laporan korban (LA Ode Mozral) yang diketahui sepeda motor miliknya telah berpindah tangan. Berkat adanya laporan yang dimaksud, Vernal ditemani Panit Reskrim IPTU Yudi Adiansyah SH bersama anggotanya bergegas mendatangi Tempat Kejadian Perkara guna mencari bukti-bukti dan memintai keterangan saksi-saksi.

Setelah melakukan penyelidikan, anggota mencurigai seseorang terhadap tersangka (RS), menurut keterangan warga sekitar, RS telah pindah dan menetap di Jalan Utama Raya Sumur Bor, Cengkareng. Mendapati keterangan tersebut, anggota langsung menuju tempat persembunyiannya. RS tak berkutik setelah anggota Buser Polsek Kembangan membekuknya

Kapolsek kembangan Kompol supriyadi menambahkan "Dari keterangan tersangka ini. RS sebelumnya telah mengincar motor korban selama dua hari, begitu ada kesempatan ia langsung memetik motor korban," Ujarnya, Kamis (19/04/18)

Dari penangkapan tersebut, polisi menyita barang bukti berupa satu unit sepeda motor merk Yamaha RX King warna hitam milik korban

Akibat perbuatannya, RS kini meringkuk di sel tahanan Mapolsek Kembangan dan dijerat dengan Pasal 363 KUHPidana. (Ashari/JNN)


Tidak ada komentar

KOMENTAR PEMBACA:

Pembaca SUARA INDEPENDENT dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.