Header Ads

TNI, Netralitas Tantangan dan Hambatannya Menghadapi Tahun Politik



Oleh Eko Ismadi

Orang sekarang menyebut tahun 2018 sebagai tahun politik, sebuah situasi dan kondisi kebangsaan yang penuh diwarnai dengan kegiatan politik. Sebagaimana yang sudah lalu namanya juga tahun politik maka setiap hari dan setiap saat muncul dan dimunculkan berita  dan pemberitaan tentang politik termasuk intrik dan perselisihannya.

Kita sebagai bangsa Indonesia  sering merenung mengapa  kondisi ini bisa terjadi? Mengingat usia Indonesia sudah tidak muda lagi. Namun terlihat seolah-olah masih meributkan konsepsi, persepsi, dan definisi serta pemahaman yang sebenarnya selama ini sudah ada dan berlaku serta diterima dengan baik ditengah kehidupan masyarakat Indonesia.

Dengan segala dinamika dan perkembangan pemikiran tentang demokrasi setelah reformasi khususnya setelah pilpres 2014 membuat sebuah analisa baru tentang proses pemilihan dalam demokrasi. Ada yang menyebut sistem politik dagang sapi, ada yang menyebut menunggu antrian, ada yang menyebut sandiwara politik.

Bagi TNI semua bukan sebuah masalah karena TNI dari sejak didirikannya Indonesia telah memiliki pakem sendiri dan menjadi tolok ukur bagi keberhasilan kepemimpinan sebagaimana yang sudah berlangsung selama ini. Tetapi ditahun politik ini suasana terasa beda karena diwarnai oleh berbagai macam intrik dan fenomena yang justru membuat kita prihatin.

Apakah yang kita harapkan dari TNI? Masyarakat Indonesia berharap TNI akan mampu membangun kemantapan suasana yang harmonis dan tetap kokoh dalam kebersamaan. Dalam penantian tersebut rakyat juga punya saran, pendapat, dan pertimbangan bagi kehidupan kebangsaan Indonesia aman, tenang, tentram, damai, dan sejahtera berdasarkan Pancasila yang diresmikan pada tanggal 18 Agustus 1945 dan UUD 1945.

MEMAHAMI POLITIK TNI

Siapa bilang TNI tidak boleh berpolitik? Kalau TNI boleh berpolitik bagaimana cara berpolitik TNI dan bagaimana bentuk politiknya. Setiap manusia pasti memiliki naluri dan pemikiran politik, demikian pula TNI sebagai organisasi yang terdiri dari sekumpulan manusia pasti juga berpolitik.

Apa sih Politik TNI?

Politik TNI adalah politik negara. Semua pemikiran politik dan sistemnya yang telah disepakati dalam kehidupan kebangsaan indonesia itulah politik TNI.  Berdasarkan pemahaman tersebut maka politik TNI adalah politik Pancasila dan UUD 1945 sekaligus  unsur terkait yang menyertainya. Politik TNI bukan politik partai namun politik TNI bukan politik kelompok tetapi politik TNI adalah politik Nasional Indonesia.

Kekuatan nasional. Politik TNI adalah politik kekuatan nasional TNI yaitu sebuah kegiatan politik yang memiliki komitmen dan didasarkan kepada kepentingan dan kelangsungan hidup bangsa Indonesia. Oleh sebab itu apapun kondisi dan situasi bangsa ini, TNI tidak akan bergeming dan berkhianat kepada bangsa dan negara Indonesia.

TNI DI TAHUN POLITIK

Tahun politik ditenggari dengan hiruk pikuk kegiatan kebangsaan yang bernuansa politik. Maka dari itu semua lembaga negara disibukkan dengan pemikiran dan aktivitas yang dapat diinterprestasikan sebagai kekuatan politik. Bahkan KPK yang selama ini terkenal dengan konsistensi terhadap indepensi ternyata juga sudah dicurigai terlibat dalam politik. Sekarang kita dapat memahami bagaimana sikap ideal TNI di tahun Politik?

Konsisten Dengan Komitmen Kebangsaan. TNI tidak memiliki anggaran yang melimpah dan bersifat taktis dan memiliki kebijaksanaan yang fleksibel, tetapi hanya anggaran dan kebijaksanaan yang sudah baku dan permanen serta konstan. Oleh karena itu bila terjadi penyimpangan dan kegiatan diluar dari perencanaan maka permasalahan dan ketidak stabilan akan terjadi dalam organisasi TNI. Dengan demikian yang diperlukan dari TNI adalah komitmen dan konsisten.

Memantapkan Integritas Dan Jatidiri. Dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia peranan dan keberadaan TNI sudah tidak diragukan lagi. Artinya TNI tidak pernah melakukan kegiatan politik dan kebangsaan diluar dari apa yang telah disepakati oleh bangsa Indonesia. TNI tidak pernah bertindak yang bersandar pada kepentingan egosentris dan terbatas pada kepentingan golongan atau kelompok.

Berpikir Permanen Dalam KeIndonesiaan. Setelah pilpres 2014 kita disibuk dengan berbagai isu kebangsaan yang menimbulkan kegaduhan bahkan hingga tahun 2018 ini masih terjadi di Jogyakarta. Kita bangsa Indonesia berharap TNI harus menjadi contoh dan tauladan akan konsistensinya terhadap komitmen kebangsaan Indonesia sehingga tidak terjadi lagi kegaduhan. Ada tiga hal yang harus dilakukan yakni berpikir permanen terhadap peranan Tugas Pokok TNI, Politik TNI, Menghindari cara berpikir multitafsir, Pemahaman sejarah, dan Bhineka Tunggal Ika serta Ideologi Pancasila Tanggal 18 Agustus 1945 Dan UUD 1945.

KONDISI YANG DIHARAPKAN

Sebenarnya bangsa dan rakyat Indonesia tidak pernah memiliki sebuah keinginan yang bersifat homologeo tetapi idealis dan realistis. Tujuan agar kehidupan ini bisa harmonis, serasi, selaras, dan seimbang tanpa harus diwarnai konflik. Sebagai sebuah pertimbangan adalah harus disepakati keberhasilan pemerintah dan sistem politik yang tenang sekarang ini bukan karena kita semua berpikir PKI dan komunis tetapi berpikir dan berperilaku menurut Ideologi Pancasila. Maka dari itu pemahaman ini tetap dipelihara dan berkesinambungan.

Hasil Pilkada.  Proses demokrasi sekarang ini sudah mendatangkan kekaguman bagi bangsa lain. Oleh sebab itu penilaian ini jangan dinodai oleh pemikiran egoisme kepentingan politik yang dapat merusak legitimasi bangsa Indonesia di mata Internasional. Hasil demokrasi harus dapat menghasilkan kepemimpinan nasional yang tangguh dan memiliki integritas sebagai pemimpin. Mampu membangun kepercayaan akan kebijaksanaan dan kecerdasannya menjamin kelangsungan hidup bangsa Indonesia.

Kelangsungan Demokrasi. Pemikiran pesimis dalam kehidupan dan perilaku politik dimasa demokrasi sekarang ini harus dibuat seminimal mungkin. Untuk menghindari generasi muda sekarang berpikir bahwa Demokrasi sekarang ini harus dirubah atau dilakukan pembaharuan. Pemikiran pesimistis tersebut adalah menyebut indonesia di tahun 2030 bubar dan demokrasi terlalu mahal sehingga KPK tidak boleh memeriksa pejabat yang sedang ikut Pilkada. Ini sebuah fenomena yang tidak layak untuk dikembangkan dalam kehidupan kebangsaan Indonesia.

Mantapnya Peranan TNI. Peranan dan keberadaan TNI menjadi faktor penentu bagi tegak kokohnya NKRI. Dalam sejarah nasional Indonesia yang tidak suka dengan TNI dan peranannya adalah mereka yang berpikir PKI dan Komunis, sementara mereka yang berpikir Indonesia untuk diubah menjadi kekalifahan.  Hal tersebut sebenarnya bila digabungkan akan ada kesamaan dan kemiripan dengan PKI dan komunisme, tetapi dalam kemasan yang berbeda.

INDONESIA DALAM PENTAS DUNIA

Apapun yang dilakukan oleh bangsa Indonesia akan bermuara pada pentas Dunia. Mengingat dari generasi terdahulu sudah berhasil membangun dan membawa nama Indonesia ke pentas Dunia. Presiden Soekarno sebagai negara militer kuat 5 di dunia, Soeharto sebagai Macan Asia, dan SBY membangun demokrasi yang diakui Dunia.

Pentas apa lagi harus dicapai dan diraih sekarang ini? Mari kita bangun Indonesia dan kita rubah Indonesia untuk menjamin kelangsungan hidup bukan merubah untuk mematikan yang lain dan menghidupkan kembali yang telah mati. Maka dari itu cara berpikir benar untuk melakukan perubahan adalah mempertahankan siklus hidup kebangsaan bukan rotasi kebangsaan. Justru rotasi inilah yang harus dihindari dan dicegah apalagi memiliki niat ingin mengulang kembali sejarah yang pernah gagal itu akan menjadi demonstrasi kebodohan.

KESIMPULAN  

Akhir dari penulisan ini adalah saya minta maaf bila ada kata yang tertulis tidak pantas atau tidak tepat. Namun niat penulisan ini hanya satu yaitu memberikan saran, pendapat, dan pertimbangan untuk membangun kehidupan bangsa indonesia yang damai, aman, tenang, dan tenteram, serta maju berdasarkan Pancasila 18 Agustus 1945 Dan UUD 1945 dalam Bingkai NKRI.

Dalam perjalanan waktu tidak ada yang namanya bebas dari masalah dan tantangan serta hambatan. Tetapi semua ini dihadapkan dengan sikap dan netralitas TNI dalam menghadapi tahun politik adalah sikap konsisten dan kesetiaan terhadap bangsa dan negara Indonesia.

TNI harus memahami dan meyakini bahwa bangsa Indonesia hingga saat ini masih sangat percaya dan menaruh kepercayaan kepada TNI. Dimana peranan dan keberadaan TNI adalah sebagai kekuatan nasional, kekuatan kebangsaan, dan kekuatan politik. Selanjutnya inilah sebenarnya yang disebut dari sikap idealisme TNI dalam kehidupan kebangsaan Indonesia.

NKRI HARGA MATI !!!

TNI Kuat Bersama Rakyat !!!

TNI akan selalu ada untuk Rakyat !!!

Tidak ada komentar

KOMENTAR PEMBACA:

Pembaca SUARA INDEPENDENT dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.