Header Ads

Langgar UU, CV Lezadku Food Diduga Menggunakan Gas Melon Bersubsidi 3 Kg


INDEPENDENT | Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) CV.Lezatku Food yang beralamat di Pekon Ambarawa Barat Kadus 3 kecamatan Ambarawa, kabupaten Pringsewu Lampung diduga menggunakan gas melon bersubsidi 3 kg.

CV. Lezatku Food yang memproduksi bakso dan naget itu  sudah berdiri sejak lama dengan mempekerjakan kurang lebih 50 orang karyawan dan karyawati dalam menjalani usaha bisnisnya.

Dalam menjalani usaha bisnisnya, bahan bakar tabung melon 3 kg bersubsidi yang digunakan keseharian untuk produksi bakso dan naget.

Hasil investigasi awak media dilokasi CV. Lezatku Food, pada jumat (13/04/2018) tampak jelas karyawan keluar dari dalam tempat produksi  sedang mendorong tabung melon 3kg yang sudah kosong untuk mengganti yang baru.

Diwaktu yang sama awak media berusaha untuk konfirmasi ke owner Cv. Lezatku food H. Sunarto, namun tak kunjung bisa ditemui.

Seperti tertuang dalam pasal 55 Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi juncto pasal 20 ayat 2 Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 26 Tahun 2009 tentang Penyediaan dan Pendistribusian LPG juncto pasal 40 UU Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Ancaman pidana dalam pasal 55 UU Migas adalah pidana penjara maksimal enam tahun dan denda maksimal Rp 60 miliar. Sedangkan ancaman pidana dalam pasal 40 UU UMKM adalah penjara maksimal lima tahun dan denda maksimal Rp 10 miliar.

Jurnalis : Nanang Setiawan



Tidak ada komentar

KOMENTAR PEMBACA:

Pembaca SUARA INDEPENDENT dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.