Header Ads

KH Maruf Amin Respon Pernyataan Prabowo


INDEPENDENT | Ketua Umum MUI KH Maruf Amin menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, yang menyebut elite Indonesia menerapkan paham ekonomi neoliberal.

“Kami mengusung isu arus baru ekonomi Indonesia, pemberdayaan ekonomi baru. Dan itu kemudian yang direspon Pak Jokowi,” kata Kiai Maruf di Kompleks Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin, 2 April 2018.

Sebelumnya dalam safari politiknya di daerah Jawa Barat, Prabowo mengaku tidak suka terhadap elit politik sekarang, karena banyak yang menipu. Semua pernah terjadi karena mereka menerapkan paham neoliberalisme di Indonesia.

Prabowo sempat mengaku tertarik pada paham ini, saat masa orde baru, ketika dia tergabung di Partai Golkar. Di masa itu, pemerintah menggunakan pendekatan trickle down effect atau teori menetes ke bawah yang diperkenalkan Albert Otto Hirschman, pencetus faham Neoliberalisme.

“Ternyata faham itu bohong. Kesejahteraan nggak netes-netes ke bawah. Malah dibawa ke luar negeri oleh elit,” kata Prabowo saat berpidato di Gedung Serbaguna Isnata Kana Cikampek, Sabtu 31 Maret 2018.

Menurut Kiai Maruf, sistem ekonomi neoliberal sudah lama dianut oleh Indonesia. Teori trickle down effect diterapkan pemerintahan dulu dengan harapan agar kekayaan dari atas bisa menetes ke bawah.

Namun, teori trickle down effect itu gagal karena membuat kesenjangan semakin lebar. Sehingga, Kiai Maruf menilai bahwa dampaknya baru terasa saat ini. (R)



Tidak ada komentar

KOMENTAR PEMBACA:

Pembaca SUARA INDEPENDENT dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.