Header Ads

Kapolri: Kepercayaan Masyarakat Menjadi Prioritas Institusi Polri


INDEPENDENT | Kapolri Jenderal Polisi Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D. bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.IP. melakukan kunjungan Ke bumi Sriwijaya, Jumat (20/04).

Kehadiran Panglima TNI dan Kapolri ini dalam rangka roadshow untuk memberikan arahan langsung kepada para anggota kepolisian dan TNI se-Sumbagsel di Palembang Sport and Convention Center (PSCC).

Selain itu, kunjungan tersebut juga dalam rangka untuk menjaga netralitas TNI Polri dalam Pilkada Serentak 2018.

Kedatangan Panglima TNI dan Kapolri dan rombongan di Bandara Sultan Mahmud Badarudin II Palembang, disambut Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Pangdam II/Swj Mayjen TNI AM. Putranto, dan Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs. Zulkarnain Adinegara serta penampilan Tari Tanggai Gending Sriwijaya.

Pada kesempatan tersebut Kapolri menyampaikan larangan kepada seluruh jajarannya agar tidak melakukan pungutan liar (pungli). Pasalnya tingkat kepercayaan publik terhadap instansi kepolisian sudah mulai meningkat sejak 2015. Kepercayaan ini diperkirakan akan semakin besar jika pelayanan kepada masyarakat lebih optimal.

“Kepercayaan masyarakat menjadi prioritas institusi polri, terus meningkat dari tahun ke tahun,” ujar Jenderal Polisi Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D.

Oleh karena itu, dirinya menginstruksikan kepada seluruh anggotanya untuk menjaga nama baik polri. Salah satu yang harus dihindari adalah melakukan pungli dalam bentuk apapun.

Sementara itu, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.IP. merasa bangga yang bisa bertemu dengan prajurit TNI eilayah Kodam II Sriwijaya dan anggota Polri wilayah Polda Sumsel.

“Saya bangga berada di Palembang, karena bisa bertemu dengan 5 ribu prajurit TNI dan Polri. Jadi saat ini saya merasa bangga,” pungkasnya. (Sumber: Tribrata Polri)

Tidak ada komentar

KOMENTAR PEMBACA:

Pembaca SUARA INDEPENDENT dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.