Header Ads

Gede Sutejo: Dana Desa Dorong Peningkatan Pemberdayaan Masyarakat


INDEPENDENT | Pemerintah Tiyuh Indra Loka Mukti, Kecamatan Way Kenanga, Kabupaten Tulang Bawang Barat, pada tahun 2018 ini mendapatkan Kucuran Dana sebesar Rp.1.254.056.524,- Yang mana dana tersebut berasal dari Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Mengingat tujuan dikucurkan  Dana tersebut tak lain untuk meningkatkan kemajuan salah satunya dari sektor perekonomian maupun Infrastruktur yang ada di wilayah itu sendiri. Hal tersebut merujuk kepada Substansi dari Undang - Undang Desa No 6/2014 untuk memberikan otonomi yang lebih besar kepada Desa supaya dapat menjadi mandiri.

Oleh karenanya, melalui Rancangan APBT di tahun 2018 Tiyuh Indra Loka Mukti sangat Optimis untuk pemanfaatan dana tersebut guna meningkatkan fasilitas Infrastruktur dan menambah Aset Tiyuh serta akan memberikan pemberdayaan kepada masyarakat, demi terwujudnya kesejahteraan dan Kemakmuran bagi warga setempat.

Adapun Rencana penggelolaan dari seluruh anggaran di tahun 2018 ini menurut Gede Sutejo, Kepala tiyuh setempat menjelaskan beberapa bidang yang akan di realisasikan dalam penggelolaan keseluruhan anggaran yang telah di sesuaikan melalui APBT yang meliputi beberapa sasaran, seperti:

Bidang ke-1. Bidang Pemerintahan Tiyuh dianggarkan sebesar Rp. 355.974.000,- , untuk Bidang II, Bidang Pembangunan Tiyuh sebesar Rp.647.238.920,-, untuk Bidang III, Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Tiyuh sebesar Rp.27.422.000,- , Bidang IV. Pemberdayaan Masyarakat sebesar Rp.156.688.000,- dan Bidang V (Yang Tak Terduga) sebesar Rp.6.401.273,- serta Penyertaan Modal Badan Usaha Milik Tiyuh (BUMT) sebesar Rp.70.000.000," papar Gede kepada suaraindependent.com di ruang kerjanya, Senin (23/04/2018).

Dikatakannya, pada tahap awal Dana Desa (DD) yang telah cair Baru 20% yaitu sebesar Rp.146.633.241,- dan dari dana itu di tahap pertama ini akan di dialokasikan untuk pembangunan fisik yaitu, untuk pembangunan 2 Unit Talud yang berlokasi di Rt.04, Rw.01 dengan luas 1 X 1,7 X 46m dan 1,2 X 1,7 X 46m dengan anggaran sebesar Rp.70.004.000,-. Selain Talud juga ada pembukaan badan jalan dan penimbunan jalan yang berlokasi di tiga titik yaitu, titik pertama di Rt.02, Rw. 01 Pembukaan Bandar Jalan seluas 5m X 60m dengan anggaran sebesar Rp.27.365.000,- , titik ke dua teretak di Rt.05, Rw.02 yaitu pemerataan dan penimbunan jalan seluas 6m X 96m dengan anggaran sebesar Rp.13.865.000,- dan titik ke tiga terletak di Rt.04, Rw.01 penimbunan jalan seluas 5m X 46m dengan anggaran sebesar Rp. 16.335.000,-," imbuhnya.

Lebih jauh Gede mengatakan, Selain pembangunan fisik, juga ada Bidang Pemberdayaan Masyarakatan di tahap pertama ini yang akan dialokasikan untuk bantuan batang yang disalurkan kepada masyarakat (belajar, mengajar keagamaan) berupa Iqro , buku dan pena dengan anggaran sebesar 3.633.000,-.

"Untuk kegiatan pembangunan fisik yang sumber dananya berasal dari Dana Desa (DD), harus memenuhi padat karya 30% untuk upah tenaga kerja/jasa yang di kerjakan oleh masyarakat Tiyuh Indraloka Mukti," tambah Gede.

Selain memaparkan Pembangunan Fisik dan Pemberdayaan, Kepala Tiyuh Indra Loka Mukti, Gede sutejo pun menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintahan Pusat  maupun Daerah, menurutnya gelontoran Dana Desa sangat berperan guna membantu  pengadaan fasilitas Tiyuh baik di bidang pembangunan maupun pemberdayaan masyarakat dan hal ini sangat dirasakan sekali manfaatnya oleh masyarakat luas.

"Saya berharap kepada Pemerintah Pusat maupun Daerah untuk Anggaran DD dan ADD di tahun 2018 ini supaya dapat cair sepenuhnya, karena bantuan tersebut sangat bermanfaat sekali demi membantu roda perekonomian masyarakat dengan adanya sejumlah infrastruktur yang di bangun maupun beragam pemberdayaan yang di berikan," tutup Gede.

Jurnalis : Roby Herliansyah



Tidak ada komentar

KOMENTAR PEMBACA:

Pembaca SUARA INDEPENDENT dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.